FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Mahasiswa D3 UPW UNS Gerakkan Potensi Kampung Baluwarti Menuju Welllness Tourism

Nanang Wujayanto Dosen Prodi Usaha Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi UNS Solo sekaligus ketua pengabdian masyarakat Mahasiswa D3 UPW UNS di Baluwarti Kecamatan Pasarkliwon Solo.
Mahasiswa Prodi Usaha Perjalanan Wisata Sekolah Sekolah Vokasi UNS Solo bersama Abdi Dalem Keraton membuat lulur dan Jamu dalam workshop Kampung Wisata Baluwarti Kecamatan Pasarkliwon Solo.

KBRN, Surakarta: Kampung Baluwarti Kecamatan Pasarkliwon, Solo, memiliki segudang potensi wisata budaya. Kampung Baluwarti yang berada di dalam tembok kompleks Keraton Surakarta menyimpan potensi yang belum tergali dan digarap.

Salah satunya adalah potensi wisata di Baluwarti adalah Wellness Tourism (wisata kebugaran) Ala Keraton Surakarta Hadiningrat. Sebuah kekayaan spiritual maupun kesehatan herbal yang telah dimiliki keraton. 

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Sekolah Vokasi UNS mencoba untuk mengambangkan wisata kebugaran ini, kerjasama dengan pegiat dan kelompok sadar wisata Kelurahan Baluwarti Solo. 

Febrian Purnama Adi Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Sekolah Vokasi UNS menyampaikan, sudah empat bulan, atau sejak Maret menggarap paket wisata kebugaran ini. Mulai dari mengidentifikasi potensi wisata, kemudian merancang konsep wisata. 

"Maret itu kami memang mengindentifikasi apa yang menarik. Terus merancang konsepnya," kata Febrian disela Workshop Walking Tour Royal Wellness  Tourism di nDalem Projopangarsan, Minggu (20/6/2021).

Menurut Febrian, sesuai kondisi alam yang sedang wabah Covid 19, kesehatan menjadi hal penting. Sehingga sengaja mengangkat tema wellness tourism wisata berbasis kebugaran kesehatan jasmani maupun rohani.

"Di Keraton sangat erat tentang wellness, jamu herbal, tarian itu juga wellness karena di dalamnya ada olah kanuragan di situ kita mulai bikin paket wisata. Jadilah walking tour bertema tentang Wellness," jelas dia. 

"Workshop wellness tourism tentang jamu dan lulur itu untuk kesehatan rohani maupun jasmani. Lulur untuk kecantikan lulurnya ini asli Keraton dipraktekkan oleh Abdi Dalem Keraton ibu Ningsih," sambungnya.

Mahasiswa kata Febrian, telah merancang dan mencoba mengembangkan sebagai sebuah paket wisata yang akhirnya bisa membangkitkan wisata di Baluwarti. Pihaknya berharap setelah kegiatan dari kampus selesai masyarakat atau pengelola kampung wisata Baluwarti melanjutkan dan dapat membangkitkan kampung wisata kebugaran ini."Pemberdayaan  masyarakat sudah ada pelatihan pembuatan paket wisata mengidentifikasi paket wisata dan cara membuat paket dari rincian harga sampai jam, biar masyarakat bisa mengembangkan paket wisata," tandas Febrian.Sedangkan Dosen sekaligus D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Sekolah Vokasi UNS sekaligus Nanang Wijayanto menyampaikan kegiatan mahasiswa ini adalah bentuk pengabdian masyarakat. Pria yang juga Ketua Pengabdian Masyarakat UPW itu mengatakan tujuan awal memang ingin mengangkat potensi wisata Baluwarti."Kita ingin membranding dalam pengabdian kita media promosi kampung Baluwarti mengingkatkan Brand Identity sebagai identitas wisata budaya yang bisa mewarnai dari Solo. Kita ujicobakan mahasiswa sudah tiga bulan lalu, dan hari ini kita ujicobakan respon pasar wisatawan apa sih konsep daya tarik Baluwarti," ungkap Nanang.

Nanang menjelaskan bahwa media promosi saat ini adalah media sosial, sebab tak sedikit wisatawan mengetahui potensi wisata hanya dari story WhattsApp dan juga postingan masyarakat. Hal inilah yang perlu dikembangkan oleh para pelaku dan pegiat wisata untuk membangkitkan iklim wisata.

"Karena banyak potensi sebenarnya, hanya yang mengemas belum optimal atau penggiatnya masih ego sektoral masing-masing. Padahal di era sekarang tidak lagi jaman kompetisi. Kalau ingin industri pariwisata pulih yang kolaborasi," tandas dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00