FOKUS: #POLEMIK PARTAI DEMOKRAT

Sindiran Mantan Ketua PKB Sragen, Jangan Sampai Salah Urus Apalagi Jadi Urusan

Pelaksanaan Muscab PKB Sragen di Kantor DPC PKB Sragen.

KBRN, Sragen: Suksesi atau pergantian pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sragen Sabtu (6/3/2021) berjalan kurang mulus. Bahkan dalam pergantian Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari Mukafi Fadli kepada KH Ahmad Budi Ridwani (Gus Budi) meninggalkan bercak kurang manis.

Hal ini disebabkan Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung di Kantor DPC PKB itu tidak mengakomodir usulan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Bahkan dari lima nama yang diusulkan tak satupun yang dipakai oleh dewan pimpinan pusat (DPP).

Mantan ketua DPC PKB Mukafi Fadli tak ingin ada Politik Belah Bambu ditubuh PKB dalam pengurusan yang baru nanti. Pihaknya juga mempertanyakan keputusan DPP, tidak mengakui kader akar rumput.

"Jangan sampai yang lain diangkat yang diinjak, atau politik bumi hangus. Sebenarnya kami tidak masalah dengan suksesi ini, memang juga agak ribet karena PAC punya suara," jelasnya.

Mukafi bahasanya ada di pra Muscab, dimana PAC diberikan keleluasaan menyusun lima orang pengurus. Namun rekomendasi pusat lima limanya tidak masuk jajaran pengurus baik Dewan Syuro maupun Dewan Tandfidz ..

"Oleh karena itu kita berharap harus arif, semua DPC dan PAC apalagi di DPP bisa menjelaskan, karena partai ini dibangun sangat berat dari suara 20 ribu tiga kursi, menjadi 87 ribu. Kita punya wakil di Provinsi dan DPR RI, bahkan sekarang Wakil Bupati , "beber Mukafi.

Secara pribadi Dia mengaku ikhlas, karena tidak punya jiwa nggondeli (mempertahankan) jabatan bahkan di DPR sekalipun. Tetapi pihaknya ingin semua melihat dengan jernih, bahwa partai ini milik bersama.

"Mohon maaf PKB itu semua komponen ada tidak hanya Nahdliyyin saja, semua golongan, LSM, Pengusaha, ikut memperbesar partai," ungkap anggota DPRD Provinsi Jateng Dapil IV itu.

"Semoga pengurus baru ini tidak salah, apalagi menjadi urusan. Saya berharap pengurus setel dan cepat bagaimana bisa menjelaskan ke bawah dan terjaga partai dan tetap setel," sambungnya.

Untuk diketahui Penolakan hasil Muscab itu dilontarkan sejumlah Ketua PAC, Sabtu (6/3/2021). Penolakan juga karena mempertimbangkan nama dari para PAC ternyata gugur dan tidak ada satupun yang masuk ke dalam kepengurusan baru DPC PKB.

Pengurus PAC Kalijambe, Hardi Sastro Dikromo terang-terangan menolak hasil Muscab PKB Sragen 2021 ini. Sebab dari lima yang diusulkan oleh beberapa PAC, tidak ada yang diakomodir di kepengurusan baru.

Ia pun meminta DPW maupun DPP untuk menolak dan membatalkan pengesahan kepengurusan. Bahkan ia kedekatan untuk dilakukan pemilihan ulang karena menganggap proses Muscab berjalan tanpa mengedepankan demokrasi.

“Tuntutan kami harus diulang. Karena dari lima nama yang diusulkan satu PAC tidak ada sama sekali. Karena kita berdasar perwakilan PAC tapi mengapa anehnya nama yang diajukan tidak ada yang masuk kepengurusan yang baru, ”papar Mbah Sastro yang mengaku sebagai pendiri PKB Dapil 2 Sragen ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00