Antisipasi Provokasi Jelang Pilkada, Polres Sragen Perkuat Tim Cyber Medsos

Foto caption: Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi (tengah) memberikan keterangan pers kepada wartawan didampingi para Kabag dan Kasat. Dok Mulato

KBRN, Sragen: Pandemi Covid 19 menjadi perhatian tersendiri jajaran Polres Sragen demi suksesnya pemilihan bupati-wakil bupati (Pilbub) 9 Desember 2020.

Selain itu yang tak kalah penting adalah ujaran kebencian dan provokasi di media sosial (Medsos). Hal ini dinilai akan mempengaruhi kondusifitas Bumi Sukowati selama tahapan Pilkada. 

"Selain pandemi tentunya ujaran kebencian, hasutan provokatif yang mengarah tindakan perusakan. Kami mohon temen media membantu mengamati, memantau apa yang berkembang di Medsos, sehingga kita bisa antisipasi sejak awal," jelas Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, di sela acara silaturahmi dengan awak media mewujudkan Pilkada aman, damai dan sejuk, Kamis (29/10/2020).

Sementara itu, untuk mengawasi dan memantau setiap kegiatan di media sosial, pihaknya akan menguatkan tim cyber yang selama ini ada. Oleh karena itu, masyarakat diminta menggunakan medsos secara bijaksana agar tidak terjerat kasus hukum. 

Karena sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana penjara paling lama enam tahun.

"Saat ini dengan era digitalisasi yang sangat masif tentunya Polri harus mampu mengimbangi perkembangan situasi dan zaman. Kami memiliki tim medsos yang sudah ada sejak dulu dan akan kami optimalkan. Karena semua pasti berawal dari media sosial," tandas mantan Kasatlantas Polrestabes Semarang itu.

Sedangkan terkait dengan Pilkada ditengah Pandemi, Polres Sragen berkomitmen untuk menyukseskan pemilu kali ini. Yakni dengan meyakinkan masyarakat untuk datang ke TPS dalam kondisi aman. Baik dari intimidasi, gangguan keamanan dan juga dari virus covid 19. 

"Kita dalam kondisi luar biasa pemilu dalam kondisi Pandemi, ini tantangan kita. Masyarakat harus kita yakinkan dengan edukasi sehingga pilkada nanti tidak kontra produktif," ujar Kapolres.

Sementara Bawaslu Sragen juga mewaspadai money politik, kendatipun pilbub tahun ini adalah calon tunggal. Sebelumnya Komisioner Bawaslu Divisi Hukum dan Humas Qoirul Huda menyampaikan, politik uang tetap saja berpotensi terjadi di Pilkada kali ini.

"Masalah money politics kita awasi dari Bawaslu Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat desa. Terutama masyarakat sekitar, kita akan terus sosialisasi dalam pencegahan agar tidak terjadi money politik. Mereka berhak memilih sesuai hati nurani kolom kosong atau Cabub. Monggo mau milih yang mana," tandasnya. 

Untuk diketahui Pilbub Sragen hanya diikuti satu pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto yang akan melawan kolom kosong. Dalam surat suara Yuni-Suroto berada diposisi kanan, sementara kolom kosong sebelah kiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00