Pasien Covid-19 Tetap Boleh Mencoblos

KBRN, Surakarta : Mencoblos dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2020 merupakan hak konstitusi setiap  warga negara, yang sudah punya hak pilih.   Sehingga Komisi Pemilihan Umum harus melayani dengan baik baik yang sehat maupun sakit, termasuk trekonfirmasi positif covid-19. terkonfirmasi positif covid-19).

Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti menyatakan, Jika ada warga yang dirawat di Rumah Sakit atau Pusekesmas rawat inap akibat corona , maka yang melayani hak pilih mereka adalah petugas kesehatan setempat, sedangkan secara logistik disiapkan petugas Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) sekitar. Tak hanya, juga sudah ada wacana layanan Kotak Suara Keliling ( KSK ) meski belum menjadi kebijakan resmi yang diputuskan KPU Pusat :

“ Kami sudah mengannarkan dan merncanakan Rumah Sakit atau Puskesmas rawat inap dilayani TPS sekitar. Sementara wacana meskipun secara tertulis belum kebijakan KPU sudah kami sepakati. ada wacana Kotak Suara Keliling – ( KSK )  yang di rumah –pun seandainya tidak terkonfirmasi namun melakukan isolasi mandiri. Karena mungkin reaktif atau yang takut ke TPS  reguler kami melayani melalui Kotak Suara Keliling, “ jelas Nurul ketika dikonfirmasi RRI di ruang kerjanya, Senin (26/10/2020 ).

Menanggapi hal tersebut Endang salah satu warga Klaten yang berprofesi menjadi Guru SMA berpendapat, Untuk yang terkonfirmasi positif covid-19, seharusnya disiapkan dengan TPS khusus. Sebab jika berbaur dengan yang lain, dikhawatirkan bisa menularkan dan menjadi kluster baru :

“Saya kurang setuju jika pasien positif corona ikut melakukan pencoblosan. Sebaiknya tetap menggunakan tempat pencoblosan di tempat-temoat yang sudah diatur tersendiri misalkan tempat karantina atau rumah sakit, sehingga tidak membuat orang sekitarnya terpapar dan bisa menjadi kluster baru, “ ungkap Endang.

Sementara itu, sesuai dengan tag line “Pilwakot Sehat, Kita Selamat”, saat pencoblosan nanti KPU Kota Surakarta akan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.  Beberapa hal yang disiapkan  : sarana cuci tangan, dan sarung tangan sekali pakai untuk pemilih, juga penyediaan  termogun, bilik khusus bagi yang memiliki suhu di atas 37,5 derajat celsius, serta baju hasmat untuk petugas.

 

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00