Pengundian Nomer Peserta Pilwakot Solo Dengan Botol Hand Sanitazer dan Padhasan

KBRN, Surakarta  :  Kejutan pengundian peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota – Pilwakot Surakarta yang dijanjikan Komisi Pemlihan Umum Daerah ( KPUD )  ternyata berupa media untuk sarana  pengundian berbentuk botol  hand sanitazer dan padhasan atau gentong dari tanah liat. Sedangkan metode pengundian berlangsung dalam dua tahap, tahap pertama untuk menetukan siapa yang terlebih dahulu mengambil nomer urut, sedangkan tahap ke dua penentuan nomer urut.

Pada tahap pertama paslon mengambil nomer yang sudah digulung dan dimasukkan ke dalam 9 botol hand sanitazer. Sesuai urutan kehadiran pasangan calon Bagyo Wahyono dan Supardjo Fransiscus Xaverius ( Bajo ) mengambil dulu dan mendapatkan nomer 6, dan pasangan Gibran Rakabuming Raka dan teguh Prakosa Teguh Prakosa nomer lebih kecil 1. Selanjutnya sesuai mekanisme,  nomer yang lebih kecil mengambul nomer peserta Pilkada terlebih dahulu pada gulungan kertas yang ditempatkan di padhasan. Akhirnya Gibran Teguh mendapat nomer 1 dan Bajo nomer 2.

 Menurut Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti penggunaaan media botol hand sanitazer dan padhasan ini memiliki filosofi menuju Pilkada 9 Desember agar masyarakat menjaga kebersihan, dan sebagaimana air yang mengalir dari padhasan diharapkan siapapun yang terpilih, bisa memberikan aliran kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat Solo :

“ Hand Sanitazer selalu kita bawa untuk menjaga kebersihan tangan. Makanya masyarakat diingatkan Pilkada 9 Desember, harus menjaga kebersihan. Sedangkan Padhasan jaman kuno digunakan untuk membersihkan tangan dan kaki juga untuk minum. Namun lebih dari itu kami juga berharap seperti air yang mengalir di padhasan, semoga siapapun yang terpilih mampu membawa aliran kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat Solo khususnya di saat pandemi Covid-19, “ sebagaimana dkatakan Nurul Sutarti kepada wartawan seusai memimpin Rapat Pleno Pengundian Nomer Urut Peserta Pilwakot di the Sunan Hotel, Kamis (24/9/2020 )

Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomer Pilwakot Surakarta di the Sunan Hotel berlangsung sangat ketat sesuai protokol kesehatan . Apalagi dengan terbitnya Peraturan KPU nomer 13 tahun 2020 yang baru diterima KPU Kota Surakarta pagi hari jelang digelarnya Rapat Plebo. Dengan koordinasi secara cepat jumlah pengunjung semakin dibatasi, karena ada yang dibatalkan diundang. Hanya 2 pasangan calon masing-masing didampingi 1 orang penghubung, 2 anggota Bawaslu dan 5 Komisioner KPU Kota Surakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00