Pandemi Covid-19 Jadi Indeks Kerawanan Pilkada Serentak 2020, Ini Rekomendasi Bawaslu

Komisioner Bawaslu Surakarta merilis indeks kerawanan pilkada Serentak 2020.

KBRN,Surakarta: Konteks pandemi menjadi peringkat tertinggi tingkat kerawanan dalam Pilkada Serentak 2020 Kota Surakarta berdasarkan data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dibuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketua Bawaslu Kota Surakarta Budi Wahyono menjelaskan, dalam konteks Pandemi IKP mencapai 55,08 atau masuk kategori tinggi. Namun jika melihat secara keseluruhan dengan memperhitungkan 4 indikasi termasuk dari Konteks lain, sosial politik dan dukungan infrastruktur, rata-rata  IKP 46,24 Kota Surakarta masuk semuanya kategori sedang.

Mengingat kerawanan tertinggi menyangkut konteks Pandemi, Bawaslu Kota Surakarta merekomendasikan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin pada setiap tahapan sesuai regulasi penyelenggaraan Pilkada di tengah masa Covid-19.  Budi Wahyodo berharap, jangan sampai Pilkada justru menambah klaster baru Covid-19 :

“Kami meminta penyelenggara baik Bawaslu maupun KPU tidak menjadi klaster baru  pandemi covid-19. Sehingga back up anggaran terkait rapid test itu menjadi keniscayaan,” ungkap Budi Wahyono, berbicara saat Konferensi Pers di Kantor Bawaslu Solo, Jumat (3/7/).

Sedangkan untuk Baswaslu rapid tes 2 kali pada masa pasca verfak dan masa sebelum menghitung. “KPU agak berbeda, sebelum verfak sudah melaksanakan rapid test karena anggarannya besar untuk KPU,” sambung Budi.

Indeks Kerawanan Pemilu tersebut  dilansir 15 Juni lalu oleh Bawaslu Pusat. IKP ini  diselenggarakan dalam rangka memetakan dan deteksi dini terjadi nya potensi kerawanan dan gangguan pada setiap tahapan . Dengan menitik beratkan 4 dimensi utama.

“Bisa menjadi alat ukur berkaitan dengan penyelenggaran Pemilu yang demokratis, berkualitas dan bermartabat.” Wiwid Widha

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00