Hubungan Kurang Baik Gibran dan DPC PDIP Solo Tak Pengaruhi Masyarakat

KBRN,Surakarta: Hubungan yang kurang harmonis, tidak kondusif  terjadi antara Bakal Calon Walikota dari PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka dengan pengurus DPC PDI P Kota Solo. Bahkan sebagian menganggap terjadi ketegangan antara putra sulung Presiden Jokowi dengan politisi senior PDIP Solo.

Namun demikian kondisi tersebut ternyata tidak membawa pengaruh yang signifikan pada publik. Hal ini sudah dibuktikan Pengamat Politik Universitas Slamet Riyadi Solo Doktor Suwardi.

Dari hasil survey yangdilakukan bersama tim dari Solo Raya Pooling menunjukkan masyarakat Solo sudah dewasa dalam berpolitik. Hanya  6 %  dari 1.098 responden yang beranggapan hubungan tersebut sudah membahayakan

Malah sebagian besar atau  46 % berpendapat akan baik-baik saja. Sedangkan 30 % mengganggap disharmonis itu masih wajar.

“Konflik antara Gibran dan struktural PDI P itu tidak perlu dikhawatirkan. Masyarakat Solo ternyata jauh lebih dewasa dibandindingkan yang di skenariokan tokoh-tokoh tertentu itu,” ungkap Suwardi, Rabu (1/7).

Sementara pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Doktor Agus Riewanto juga berpendapat kekurangharmonisan antara Gibran dan DPC PDI P Solo itu wajar. Namun ia meyakini persoalan akan selesai jika rekomendasi DPP turun.

“Namun kalau rekomendasi turun itu udah selesai, artinya tidak  menguntungkan PDIP kalau terus memelihara mis komunikasi dan disharmoni itu, karena menurut saya kekalahan PDIP adalah pada diri sendiri bukan pada publik,” beber Agus.

Menurut Agus Riewanto, kalau publik Solo sudah jelas. Sejak Pilkada langsung tahun 2005, siapapun yang diusung PDI Perjuangan akan didukung publik dan selalu menang. “Sehingga kalau intern PDIP tidak harmonisasi, maka justru akan merugikan diri sediri,” tandasnya. Wiwid

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00