Fixs, Purnomo Mundur Dari Pencalonan Walikota Solo, Gibran Melenggang?

Bakal calon Walikota Surakarta Achmad Purnomo.

KBRN,Surakarta: Bakal Calon Wali Kota Surakarta dari PDI Perjuangan Achmad Purnomo menyerahkan surat pengunduran diri kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Solo FX Hadi Rudyatmo Kamis (28/5). Saat ini Purnomo masih menunggu pembahasan pengunduran dirinya tersebut oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P. 

Bilamana keputusan tersebut disetujui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) maka surat itu akan dikirimkan kepada Dewan Pimpinan Pusat partai. "Kalau dikabulkan ya sesuai harapan saya. Kalau tidak, saya tetap menaati perintah partai sebagai kader," ujar Purnomo saat ditemui wartawan Jumat (29/5/2020).

Rencana pengunduran diri pesaing putra sulung Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka tersebut, mengemuka sejak beberapa waktu lalu. Secara pribadi Purnomo menilai Pilkada tidak efektif jika digelar saat pandemi seperti ini, termasuk jika mundur sampai tahun depan juga percuma. 

"Dari sisi anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah daerah cukup besar. Rasanya kok eman-eman. Apalagi masih Pandemi," ungkapnya. Sementara di sisi lain kepemimpinan efektif kepala daerah hasil pilkada hanya sekitar tiga tahun. Ketika Pilkada serentak kembali digelar 2024.

Purnomo mengaku tidak berkomunikasi dengan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Teguh Prakosa, yang menjadi pasangannya dalam berburu rekomendasi DPP sebagai calon Wali Kota-Wawali, sebelum menyerahkan surat pengunduran diri tersebut. Dirinya yakin Teguh juga sejalan dengan pemikirannya.

"Saya mundur bukan karena alasan politis, tapi alasan hati yang tidak sampai. Jadi tidak mungkin berpikir ke arah situ (mencalonkan diri lewat partai lain). Saya hanya melalui PDI Perjuangan," tandasnya.

Sementara itu ketua DPC PDI-P FX Hadi Rudyatmo membenarkan adanya surat pengunduran diri yang diserahkan Purnomo tersebut. Namun Rudy sapaan akrabnya mengkau belum membahas surat tersebut.

"Tapi belum kami bahas. Masih menunggu pemberitahuan resmi dari KPU kepada partai (tentang penyelenggaraan Pilkada)," jelas dia.

Pria yang biasa disapa Rudy ini menambahkan, masih ada kemungkinan Pilkada kembali mundur dari jadwal terbaru yakni 9 Desember 2020. "Kita juga nunggu surat resmi dari KPU."

Terpisah Gibran memilih menunggu keputusan pemerintah pusat, soal penyelenggaraan Pilkada. Menurutnya, dalam kondisi wabah seperti ini, apa yang diputuskan pasti sudah melalui banyak pertimbangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00