Untuk Dukung PPKM, Pemdes Boleh Lakukan Ini

KBRN, Ngawi : Pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM berskala mikro di Jawa Timur diperpanjang hingga 8 Maret 2021. Meski Kabupaten Ngawi tidak masuk daerah zona merah Covid-19, PPKM Mikro juga dilaksanakan, antara lain dengan penguatan pengaktifan Posko Covid-19 di Tingkat Desa/Kelurahan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi Kabul Tunggul Winarno, saat dihubungi melalui telpon seluler menyampaikan untuk mendukung pelaksanaan PPKM mikro, pemerintah desa (pemdes) dapat merealokasi anggaran minimal 8 persen untuk kebutuhan penanganan Covid-19, yang diambilkan dari Dana Desa.

“Di Penanganan Covid-19 itu bisa untuk pencegahan, bisa untuk sarana penunjang, untuk pendukung, untuk pembinaan. Tergantung zonasi masing-masing desa, yang tahu detailnya kan desa peruntukannya. Kita bikin aturan boleh untuk ini-ini githu, nah cuma posisi sekarang desa merealokasi anggaran untuk mencukupi minimal 8 persen untuk penanganan Covid-19“kata Kabul(24/2).

Dalam kesempatan berbeda, Anggota Satgas Covid-19 Desa Beran Kecamatan/kabupaten Ngawi Budiono Paing saat Dialog bersama RRI (23/2) mengungkapkan sosialisasi dan pemahaman di tingkat Rukun Tetangga (RT) terus dilakukan untuk membuka wawasan warga terkait bahaya Covid-19. Posko Covid-19 tetap aktif untuk melakukan pendataan pendatang dari luar daerah bahkan luar Kota. Terkait PPKM, menurut Budiono, penekanan bukan pada jam aktivitas, tetapi penerapan protocol kesehatan dalam setiap kesempatan, antara lain menghindari kerumunan.

“Kalau PPKM ini mungkin hanya sampai jam 11 (malam-red). Tetapi bukan pembatasan jamnya menurut saya, tapi berkerumunnya itu. Karena factor kita missal penjual harus tutup jam 9/10/11 malam, ini ketika orang yang harus bekerja malam terlalu lapar, itu cari makan susah“kata Budiono.

Informasi yang berhasil dihimpun, hingga 24 Februari 2021 sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, jumlah akumulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Ngawi sebanyak 1354 terkonfirmasi positif. Terinci sembuh sebanyak 1145 orang, suspek dalam perawatan 62 orang, probable 2 orang, aktif sedang isolasi mandiri 112 orang, dan meninggal sebanyak 97 orang. (mk)

foto ilustrasi : google/suara_surabaya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00