Warga Gelar Do’a Bersama untuk Korban Sriwijaya Air SJ-182

KBRN, Madiun: Kepergian Rahmania Ekananda dan dua putrinya yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menyisakan duka mendalam utamanya bagi tetangga sekitar kediamannya di Perumahan Royal Orchid, Kelurahan Josenan, Kota Madiun. Bahkan warga setempat bersama rekan kerja suami korban menggelar do’a bersama mengenang tujuh hari kepergian Nia pada Kamis malam (14/1/2021).

Tetangga korban, Nanik Soehono mengatakan, meski undangan terbatas karena situasi pandemi covid-19, diakui tidak mengurangi kekhusyukan do’a yang dipanjatkan kepada Tuhan YME. Pun juga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Besar harapan, jasad Nia dan dua putrinya, Faliza Ammara dan Fathima Ashalina bisa diketemukan.

Sebab, informasi terbaru yang ia terima, baru dompet berisi identitas Nia yang sudah berhasil ditemukan.

“Kemarin siang sekitar jam 11 pak Khaidir (suami korban) telpon ke saya, intinya jika semasa hidup alhamrumah Ibu Rahmania Ekananda dan kedua putrinya mempunyai kesalahan di lingkungan orchid, mohon dibukakan pintu maaf. Ya pada intinya kita masih berduka, ini duka kita bersama karena memang warga kita di Orchid ini,” kata Nanik ditemui RRI dikediamannya, Jum’at (15/1/2021).

Nanik menyebut, jika jasad Rahmania dan dua putrinya diketemukan, rencananya akan dimakamkan di Pare, Kabupaten Kediri. Sebab, berdasarkan data yang ada di kartu keluarga (KK), yang bersangkutan berasal dari Kabupaten Kediri.

“Do’anya mudah-mudahan jasad bu Nia dan kedua anaknya segera diketemukan,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00