Ketua Fatayat NU Tegaskan Dalam Kemerdekaan Tak Boleh Lupakan JAS HIJAU

Ketua Fatayat NU Surabaya - Camelia Habiba (Dok : Ist)

KBRN, Surabaya ; Merayakan Hari Kemerdekaan ke - 77 Tahun Republik Indonesia 17 Agustus disetiap tahunnya. Membuat kematangan pada seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Salah satunya organisasi wanita Nahdhatul Ulama (NU) yakni Fatayat NU turut menjadi bagian yang merasakan kemerdekaan negeri ini.

Ketua Fatayat NU Surabaya Camelia Habiba mengatakan pada momentum kemerdekaan negeri ini yang sudah berada diusia tidak muda lagi sepatutnya seluruh masyarakat dapat memperkuat rasa syukur. Mengingat perjuangan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah bukan hal yang mudah bagi para pahlawan.

"Salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT, kepada kita adalah nikmat kemerdekaan. Betapa tidak, dengan diberikannya nikmat kemerdekaan ini kita bisa melaksanakan berbagai aktivitas. Namun bagaimana jika bangsa Indonesia yang mayoritas muslim ini tidak mengenyam kemerdekaannya atau taruhlah masih berada pada saat kondisi pra-kemerdekaan. Tidak bisa dibayangkan, betapa tidak enaknya berada dalam penjajahan, makan tak enak tidur tak nyenyak Ibadahpun tak bisa tenang. Sungguh begitu nikmatnya kemerdekaan ini", ungkapnya, (Selasa, 16/08).

Menurut Habiba pada momentum ini ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan atau mengisi kemerdekaan dengan hal yang berguna. Tanpa terkecuali namun khususnya bagi wanita. Mengingat peranan wanita pun sangat besar dalam merebut dan menjaga kemerdekaan.

"Dengan adanya kemerdekaan pula, kita bisa mengaktualisasikan diri, bisa mengembangkan diri, dan bisa mengemban tugas sebagai Khalifah di muka bumi.kemerdekaan bukan semata-mata hasil perjuangan para pahlawan, atau bukan juga hasil pemberian (hadiah) dari para penjajah, tetapi sebuah Anugrah/Rahmat dari Allah SWT", ujarnya.

Wanita yang turut menjadi wakil rakyat di DPRD Surabaya tersebut menegaskan bentuk syukur pada hari kemerdekaan bukan hanya mengisinya dengan hal yang bermanfaat bagi negeri ini. Upaya lainya adalah dengan tidak melupakan sejarah serta jasa seluruh pahlawan yang didalamnya terdapat sosok ulama.

"Bentuk syukur kita terhadap nikmat Kemerdekaan ini minimal tidak lupa akan Sejarah. Dan kita isi kemerdekaan ini dengan Karya nyata membangun Ummat dan Bangsa dengan segenap kekuatan yang ada pada diri kita. JAS HIJAU (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama - Ulama dan Nahdatul Ulama) mempunyai peran Besar dalam merebut kemerdekaan Bangsa ini", tegasnya.

Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengingatkan bagi generasi muda serta penerus bangsa. Agar mampu mengambil peranan dengan memanfaatkan kemajuan di era kini baik teknologi ataupun pendidikan. Sehingga dapat bertahan dan tidak tergerus oleh pengaruh dari asing yang terus merongrong NKRI.

"Cara kita berterimakasih kepada pahlawan dan Ulama dengan merawat warisan yang ditinggalkan. Khidmat NU untuk Umat harus  Nyata, Fatayat sebagai Generasi Muda Harus mengambil peran Hari Kemerdekaan menjadi momentum untuk kita "Bangkit Bersama Mandiri Bersama Kita Harus Menjadi Penentu Nasib Bukan Peminta Nasib", pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar