Jelang Idul Adha, Pengawasan Hewan Diintensifkan

KBRN, Ngawi : Menjelang Idul Adha atau hari raya korban, pengawasan terhadap peredaran hewan untuk korban di Kabupaten Ngawi lebih diintensifkan. Pengawasan dilakukan di tempat-tempat pengepul hewan serta hewan yang berasal dari luar daerah. Terlebih, ditengarai ada temuan penyakit antrax di wilayah Tulungagung.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi drh. Triwahyu Yulistiani menjelaskan pengawasan terhadap hewan ditingkatkan baik hewan yang ada di wilayah Ngawi maupun hewan yang berasal dari luar daerah. Hal ini untuk antisipasi penyakit berbahaya seperti antrax, sehingga diharapkan hewan yang dijual telah dalam keadaan sehat. Ditengah Pendemi Covid-19, untuk menghindari kerumunan, pengawasan hewan ternak dilakukan secara door to door.

“Kita mengoptimalkan pengawasan di tiap-tiap lokasi kecamatan yang ada pengumpulan ternak, atau ternak yang akan dijual untuk korban, selalu diawasi petugas kami dilapangan baik petugas medis dan paramedis. Dengan harapan kalau dijual atau dibawa ke pasar hewan sudah dalam keadaan sehat. Apalagi dalam pendemi ini kita harus mengurangi kontak dengan masyarakat, menghindari kerumunan. Sehingga dengan adanya pengawasan door to door oleh petugas kami lebih intensif pengawasannya“kata Triwahyu.

Menurut Triwahyu Yulistiani, sejumlah masyarakat juga aktif dalam konsultasi kesehatan hewan ke dinas terkait, misalnya untuk memeriksakan feses hewan ketika akan dijual. Dengan memeriksakan hewan secara dini, dpaat mengetahui kondisi kesehatan hewan, sehingga bila ditemukan cacing hati atau penyakit lain pada hewan dapat segera diobati.(Mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00