Usai Klaster Hajatan, Bupati Madiun Ingatkan Prokes Diperketat

KBRN, Madiun: Tim Satgas Penanaganan Covid-19 Kabupaten Madiun langsung bergerak cepat pasca adanya laporan 66 warga Dusun Bulurejo dan Kedungrejo, Desa Bantengan terkonfirmasi positif covid-19. Pengecekan ke lokasi pun dilakukan Bupati Madiun, Ahmad Dawami berserta Dandim 0803/Madiun dan Kapolres Madiun. Pun hari ini, wilayah tersebut disterilkan dan warga setempat diberi masker serta handsanitizer.

“Cek rumah warga yang melakukan isolasi mandiri, apakah rumahnya layak atau tidak. Pastikan mereka benar-benar melakukan isolasi mandiri,” ujar Bupati, Ahmad Dawami, Senin (14/6/2021).

Bupati menjelaskan, wewenang penanganan Covid-19 kini berada di tingkat RT dan RW. Dengan begitu harapannya penanganan bisa lebih cepat dan penyebaran bisa ditekan sebab mereka lebih dekat dengan warga setempat. Ia pun menyayangkan masih banyaknya warga yang belum memahami ganasnya penyebaran covid-19.

“Kita harus melakukan pendekatan secara masif. Tingkatkan sosialisasi dan jangan lupa keselamatan tetap diutamakan,” sambungnya.

Seperti diketahui, di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu sedikitnya terdapat 66 warga yang terkonfirmasi positif covid-19 usai mendatangi hajatan yang diselenggarakan warga setempat. Hasil tersebut diketahui setelah menjalani rapid test antigen di Puskesmas Mojopurno. Sebagian besar warga yang tertular berusia sekitar 50 tahun dan kini dirawat di Rumah Sakit Dolopo serta menjalani isolasi mandiri.

Bupati memerintahkan untuk memperluas tracing di Kecamatan Wungu agar warga yang pernah melakukan erat dengan pasien dapat segera ditangani. Ia pun berpesan agar warga tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan prokes lebih ketat.

"Kita harus akui bersama, bahwa masyarakat kita masih memberatkan sebuah budaya. Kita sudah memberikan kelonggoran, agar ekonomi tetap berjalan. Tapi seharusnya dalam pelaksanaannya juga harus diimbangi dengan protokol kesehatan. Tanpa ada sanksi, seharusnya kesadaran itu harus ditingkatkan"pungkasnya. (Ril)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00