Potret Relawan PMI Memburu Pendonor di Masa Pandemi

Giat donor darah relawan dan pendonor di perkemahan. halaman masjid

KBRN, Surabaya :Potret para relawan dan pejuang Palang Merah Indonesia (PMI) bersama pendonor, bukan sekedar melakukan giat donor darah pada masa sulit, pada masa pandemi Covid-19. Lebih dari itu adalah sebuah kesadaran berbangsa, bernegara dan beragama menjaga kesehatan serta keselamatan sesama.

Pada masa pandemi dan belum lama ini sebagian besar umat Islam melaksanakan ibadah puasa wajib di bulan suci Ramadhan 1442 Hijriyah, ketersediaan darah sangat terbatas. Guna memenuhi stok dan kebutuhan sejumlah relawan berburu dari pinggir jalan sampai masjid dan pondok pesantren, itulah potret donor darah di tanah air.

Tanggal 14 Juni diperingati sebagai Hari Donor Darah seDunia (World Blood Donor Day), tentu saja lebih tepat memotret relawan dan pendonor menjadi tumpuan di masa sulit.

Di beberapa daerah di Jawa Timur seperti Unit Donor Darah PMI Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jember, Kediri, Nganjuk, Banyuwangi, Bojonegoro, Bangkalan, dan Probolinggo serta beberapa daerah dengan UDD aktif, dalam masa pandemi terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stok ketersediaan darah.

Memotret PMI Kabupaten/Kota se Jawa Timur melakukan berbagai usaha maksimal dalam menjaga ketersediaan stok darah, sungguh sebuah perjuangan dari para relawan.

Bahkan, setiap hari Bus PMI Surabaya untuk pelayanan donor darah stanby di depan Taman Bungkul melayani masyarakat yang menyumbangkan darah.

Bus PMI Kabupaten Sidoarjo stanby di sebelah selatan Stadion Gelora Delta Sidoarjo, aktif nelayani masyarakat melakukan kegiatan donor darah.

Di Jember petugas PMI sampai ke kampung, masjid dan sekolah /madrasah hingga pondok pesantren melakukan giat donor darah. 

Di Nganjuk petugas relawan donor darah siap melakukan “jemput bola” di desa atau komunitas tertentu untuk memburu pendonor.

Kegiatan donor darah di Jember, merupakan giat bagi pemula, yaitu santri dan siswa di SMA/SMK dan MA Nurul Islam (Nuris) di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. 

Sebanyak 65 santri Ponpes Nuris yang menjadi pendonor pemula ikut donor darah yang digelar UDD PMI Kabupaten Jember. Namun, hanya 19 santri Nuris yang lolos bisa ikut donor darah. Sedangkan 47 santri tertolak karena berbagai alasan seperti umur belum 17 tahun, berat barang kurang, HB terlalu tinggi atau terlalu rendah, tensi darah terlalu tinggi atau terlalu rendah. 

Senin (14/6/2021) Ketua Umum PMI Jatim Imam Utomo S saat melantik pengurus PMI Kota Probolinggo secara virtual dengan Ketua pengurus Mega Guntara, SE dan Sekretaris Agus Lithanta, SPd, MPD masa bhakti 2021-2026, menyatakan bahwa kerja kerja kepalang merahan Indonesia telah diatur sesuai undang undang nomor 1/2018 dimana disitu terdapat 5 point dan tiga point tugas perbantuan yang meliputi penanganan bencana, pelayanan kesehatan dan tugas kemanusiaan lainnya.

Diketahui, Kota Probolinggo memang tidak seperti kota besar di Jawa Timur lainnya, seperti Surabaya, Malang dan Jember yang sudah memiliki fasilitas dan pendukung segala kebutuhan alat yang memadai. 

Namun Kota Probolinggo diyakini akan bisa melakukan terutama penyediaan darah untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Selain itu juga penyiapan para relawan.

Dari situs pmjatim.com, Baru saja PMI Jawa Timur terjun langsung membantu penyemprotan desinfektan di Bangkalan, karena secara mengejutkan terjadi lonjakan kasus Covid-19. Kita bekerjasama dengan PMI Bangkalan. “PMI harus siap kapan dan dimana saja,” tandas H. Imam Utomo mantan Gubernur Jawa Timur dua periode ini.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal, SPD,MM, tidak mau kalah menyatakan. berjanji akan menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan. "Saya tidak ingin masyarakat datang tidak terlayani dengan berbagai alasan seperti orangnya tidak ada atau alatnya yang tidak ada," tegas Wali Kota.

PMI sebagai garda terdepan melakukan giat donor darah, memiliki fungsi sosial kemasyarakatan dan pelayananan kepada masyarakat. Oleh karena itu, PMI harus siap setiap saat jika dibutuhkan masyarakat.

Potret relawan memburu pendonor, melakukan berbagai giat dengan begitu lentur dan sabar juga penuh perjuangan menunjukkan bahwa  UUD memang penyelamat kemanusian, terutama memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berbagai potret usaha PMI di berbagai daerah pada masa pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa perjuangan mereka tidak pernah patah arang, tidak pernah menyerah. Selamat Hari Donor Darah seDunia 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00