Agen Bus Mengeluhkan Kebijakan Larangan Mudik

KBRN, Ngawi : Pendemi Covid-19 belum berakhir, sehingga untuk kedua kalinya pemerintah harus menetapkan pemberlakuan larangan mudik untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19. Namun, sejumlah agen bus mengeluhkan kebijakan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah. Hal ini, lantaran kebijakan larangan mudik berdampak pada jumlah penurunan penumpang yang melakukan perjalanan, khususnya menggunakan transportasi bus. Hal ini juga berdampak pada pendapatan agen bus menurun dratis, bahkan nyaris mines.

Seorang agen bus Agramas di Terminal Kertonegoro Ngawi Wahyu mengeluhkan dengan adanya kebijakan pengetatan perjalanan dan larangan mudik berdampak drastis pada pendapatannya. Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi, Wahyu harus memutar otak dengan keterbatasan sekarang ini.

“Yang dirasakan ya dampak utamanya ekonomi/finansial turun drastis pendapatan. Padahal tahun sebelumnya lebaran sebelumnya sudah seperti ini, ini yang kedua kalinya, dua lebaran ini. Kita tidak dapat berbuat banyak, hanya ikut anjuran pemerintah, tapi ya dampaknya ekonomi“kata Wahyu.

Hal yang sama diungkapkan Agen bus Handoyo dan Sudiro di Terminal Kertonegoro Ngawi Rahmad. Menurut Rahmad, lebaran yang biasa untuk panen penumpang, sudah dua tahun ini sepi. Bahkan, Rahmad mengaku untuk mencukupi kebutuhan ekonomi terasa sulit.

“Itu padahal menurut saya, itu satu bulan sekali ibaratnya panen-panennya, tapi sudah hampir dua lebaran ini, kita merasakan kegagalan itu. Dan itu semua menjadi dampak perekonomian semua yang punya agen menurun drastis, pokoknya ya terlalu min-lah, susah banget untuk memenuhi kebutuhan“ungkap Rahmad.

Rahmad mengaku penurunan penumpang mencapai sekitar 75 persen. Meski sepi penumpang, tarif perjalanan tetap seperti biasa. Menurut Rahmad, yang terpenting penghasilan dapat untuk operasional serta untuk mencukupi kebutuhan. (mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00