Tunanetra Keliling Indonesia, Raih Penghargaan Profesor

Ibu Murtini diapit Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan Wakil Bupati Ny.Hj.Khoirani, di Pendopo Kabupaten. Senin (13/4/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Guna meraih penghargaan sebagai profesor, seorang penyandang tunanetra, Dr.Hj.Murtini, berkeliling Indonesia, dan singgah di setiap kabupaten/kota, untuk mengetahui pelayanan di setiap pemerintah daerah terhadap penyandang cacat, khususnya tunanetra.

"Saya keliling Indonesia ingin memecahkan rekor muri dan ingin mendapat penghargaan profesor," ujarnya usai bertemu Bupati Situbondo, Karna Suswandi, di Pendopo, Selasa (14/4/2021).

Dosen Universitas Negeri Malang ini mengaku, sebenarnya gelar profesor sudah diajukannya pada 1997 silam. Namun karena kecelakaan lalu lintas di Puncak Bogor yang merenggut nyawa suaminya dan menjadikannya buta, gelar profesor akhirnya tertunda.

"Saat itu saya sudah lulus S3 dan hendak memperoleh gelar profesor, tapi tertunda karena kecelakaan yang menyebabkan saya jadi buta," kisahnya.

Suatu ketika, ada Dosen Universitas Indonesia (UI) yang menyarankan agar dirinya berkeliling dunia untuk memperoleh penghargaan profesor. Akhirnya, dengan restu ke-enam putranya, ia pun mulai berkeliling Indonesia dengan berbekal Rp200 juta pemberian anak-anaknya.

"Saya gak boleh minta-minta sama anak saya. Makan dan hotel harus bayar sendiri," bebernya.

Putri Mantan Menteri Dalam Negeri, Suparjo Rustam itu mengaku, sudah ada 500 lebih kabupaten/kota yang disinggahi. Misinya adalah ingin melihat langsung pelayanan publik yang diberikan oleh setiap pemerintah daerah terhadap orang cacat.

"Hasil keliling itu akan dibuat buku. Temanya tentang pelayanan publik terhadap orang cacat. Judul bukunya sudah saya buat, yaitu Terang Dari Orang, Gelap Dari Dia," bebernya.

Ia menilai bahwa pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah Situbondo masih kurang baik. Pelayan publik dalam hal ini ASN di lingkungan Pemkab Situbondo, masih memposisikan dirinya sebagai tuan, dan tamu dianggap sebagai bawahan. 

"Bupati yang baru ini bagus orangnya. Tapi bawahannya masih perlu dibina agar bisa lebih menghargai tamu, apalagi orang tua dan cacat seperti saya. Jangan melihat siapa untuk memberikan pelayanan, tapi hormatilah sebagai sesama, dan jangan memandang sebelah mata," ungkap Putri Mantan Mendagri Soepardjo Rustam itu. (Din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00