Polisi Larang Penggunaan Petasan selama Ramadhan-Lebaran

KBRN, Madiun: Polres Madiun Kota melarang penggunaan petasan atau mercon selama Ramadan hingga Lebaran. Sebab hal itu diklaim menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, selain petasan, penggunaan kembang api juga diatur. Penggunaan kembang api besar harus seizin pihak kepolisian. Jika tidak akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, kegiatan operasi cipta kondisi akan terus dilakukan untuk menjamin keamanan masyarakat, utamanya pada bulan suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

“Kemarin sudah dilakukan rapat bagaimana menciptakan suasana bulan puasa ini benar-benar tertib dan kondusif salah satunya ya terkait petasan itu. Namun nanti akan dilakukan upaya pengecekan. Tidak boleh ada petasan yang tanpa izin itu,” katanya, Selasa (13/4/2021).

Larangan terkait penggunaan petasan di bulan Ramadhan dan Lebaran juga tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Madiun No.16/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan untuk Menghormati Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah. Yakni setiap orang yang tidak memiliki izin dilarang membuat, mengedarkan dan menjual kembang api dan sejenisnya. Kemudian setiap orang dilarang membakar atau membunyikan petasan, kembang api dan sejenisnya yang menimbulkan efek letusan yang menganggu ibadah, ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Menanggapi ketentuan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, Ahmad Munir mengapresiasi upaya pemerintah kota dan aparat kepolisian yang secara tegas melarang penggunaan petasan. Sebab, petasan bukan tradisi yang harus ada selama ramadhan dan lebaran. Justru keberadaannya menganggu kekhusyukan ibadah puasa.

“Jangan sampai kita ini meramaikan ramadhan dengan petasan. Justru ramaikan ramadhan ini dengan tadarus Al-Qur’an. Karena situasinya masih pandemi ya tentunya kita tetap memperhatikan protokol kesehatan tetapi tidak menyurutkan ibadah kita di bulan ramadhan,” ucapnya.

Ahmad Munir menghimbau masyarakat muslim yang menunaikan ibadah puasa untuk memperbanyak amalan sahih. Apalagi, bulan ramadhan merupakan momentum sejuta maghfiroh atau ampunan, sehingga jangan sampai umat muslim melewatkan bulan puasa ini dengan kegiatan yang sia-sia tanpa memperoleh manfaat dari bulan suci ramadhan.

“Mudah-mudahan ramadhan ini kita bisa melewatinya dengan bagus,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00