Kanwil DJP Jatim II Gelar Pajak Bertutur 2026 di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo
- 04 Sep 2026 17:04 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Kanwil DJP Jatim II gelar Pajak Bertutur 2026 di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo dengan tema Pajak Kita, Energi Generasi Juara dan tagline Sehari Mengenal, Selamanya Bangga.
- Kegiatan bertepatan HUT Yayasan dan Sekolah Pembangunan Jaya, Kepala Sekolah Dewi Masyithoh apresiasi program inklusi kesadaran pajak untuk generasi berintegritas.
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Antusiasme dan rasa ingin tahu siswa mewarnai kegiatan Pajak Bertutur 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II (Kanwil DJP Jatim II) di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo. Tidak hanya menyimak materi, para siswa juga aktif bertanya tentang pembangunan jalan, penggunaan APBN, hingga kemungkinan adanya negara yang tidak mengenakan pajak.
Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” dan tagline “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan kesadaran pajak kepada generasi muda sejak dini. Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II, Arridel Mindra, mengajak siswa memahami pajak sebagai bentuk gotong royong masyarakat dalam membiayai pembangunan.
Saat ditanya manfaat pajak, salah seorang siswa mampu menjelaskan bahwa pajak diatur dalam Pasal 23A UUD 1945 dan digunakan untuk membiayai pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bersama. “Pajak adalah bentuk gotong royong dalam membiayai pembangunan. Ada pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang tidak mungkin seluruhnya disediakan oleh sektor swasta sehingga diperlukan kontribusi bersama melalui pajak,” ujar Arridel.
Ia menambahkan, masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih besar memberikan kontribusi pajak lebih besar, yang dikumpulkan untuk membiayai keperluan negara dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan luas. Materi perpajakan disampaikan ringan sesuai usia siswa. Untuk jenjang SMP, difokuskan pada pengenalan dasar dan manfaat pajak. Penyuluh Pajak Ahli Muda, Gisella Ayu Pradipta atau Gisela, mengibaratkan pajak seperti air bagi tubuh manusia.
Sebagaimana air menjadi kebutuhan penting, pajak sebagai sumber penerimaan dominan diperlukan negara untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat. Gisela juga mengenalkan istilah free rider, yaitu mereka yang telah memiliki kewajiban membayar pajak tetapi tidak berkontribusi, namun tetap menikmati manfaat pembangunan.
Tian, siswa kelas 8, mempertanyakan mengapa masih ada jalan rusak jika pajak untuk pembangunan jalan. Sementara Abi, siswa kelas 9, menyoroti efektivitas penggunaan APBN dan pemerataan pembangunan hingga daerah terpencil, sekaligus berharap pengelolaan keuangan negara bebas korupsi.
Ben Joshua, siswa kelas 8, menanyakan apakah ada negara yang tidak menggunakan pajak. Gisela menjelaskan pajak masih menjadi sumber penerimaan dominan, di samping PNBP dalam APBN.
Menutup sesi, Nixon, siswa kelas 9, mengajak teman-temannya untuk bersemangat menjadi generasi masa depan yang sukses dan kelak berkontribusi melalui pajak. Kegiatan Pajak Bertutur 2026 juga menjadi momentum istimewa bagi SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo.
Kepala SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Dewi Masyithoh, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kanwil DJP Jatim II yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi kegiatan. Program Pajak Bertutur merupakan bagian dari Inklusi Kesadaran Pajak, yang bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai kesadaran pajak dalam pendidikan secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan.
Melalui Pajak Bertutur 2026, Kanwil DJP Jatim II berharap pengenalan pajak tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi tumbuh menjadi kesadaran bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....