Program 100 Hari : Mas Dhito Akan Wujudkan Kabupaten Kediri Hijau

KBRN . Kediri : Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kediri terpilih di Pilkada 9 Desember 2020. Penetapan tersebut dilakukan melalui Rapat Pleno Terbuka KPU Kabupaten Kediri di Ruang Kilisuci Pemkab Kediri kemarin.

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara, Mas Dhito dan Mbak Dewi meraih suara terbanyak dengan 590.664 suara. Sedangkan, kolom kosong hanya 181.155 suara. Sedangkan, suara tidak sah 32.058 suara. Total suara sah dan tidak sah sebanyak 803.857 suara. “Saya sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang ikut menyukseskan pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil Bupati Kediri bisa berjalan lancar dan aman,” ujar Ketua KPU Kabupaten Kediri Ninik Sunarmi.

Menurut Ninik, Pilbup Kediri pada 9 Desember 2020 sukses. Karena selain lancar dan aman, angka partisipasi pemilih juga mengalami kenaikannya. Padahal, saat pilbup, kondisinya masih pandemi Covid-19. Angka partisipasi masyarakat naik sekitar 5 persen.

Setelah penetapan sebagai bupati terpilih, Mas Dhito mengatakan, momentum penetapan ini adalah yang ditunggu-tunggu. Karena dengan adanya penetapan ini berarti tidak ada gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pelaksanaan Pilbup Kediri. “Alhamdulillah sekarang tinggal menunggu pelantikan saja,” ujarnya.

Mas Dhito mengatakan, dia dan Mbak Dewi akan bekerja keras untuk mewujudkan Kabupaten Kediri yang lebih baik. Pola komunikasi yang baik akan dilakukan di lingkungan Pemkab Kediri agar selaras dan satu frekuensi. 

Karena saat ini, virus korona semakin merajalela, Mas Dhito akan fokus ke penanganan Covid-19. Target 100 hari kerja difokuskan untuk mewujudkan Kabupaten Kediri masuk zona hijau.

Untuk mewujudkan tersebut, Mas Dhito telah menyiapkan langkah-langkah strategis. Pemkab Kediri akan membeli GeNose karya Universitas Gadjah Mada (UGM). GeNose tersebut mendeteksi virus korona melalui embusan napas.

Selain itu, Mas Dhito juga mendukung program vaksinasi dari pemerintah. Tenaga medis yang mendapat jatah pertama divaksin diharapkan tidak takut atau ragu divaksin. (AK)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00