Krisis Lahan Makam Hingga Tuntutan Layanan Kesehatan Menjadi Keluhan Warga

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rachmawati. (Dok : Chan RRI)

KBRN, Surabaya ; Masa reses atau penjaringan aspirasi oleh 50 anggota legislatif Kota Surabaya masih berlangsung hingga hari ini (Kamis,19 Mei 2022). Salah satunya Wakil Ketua Komisi C Aning Rahmawati yang harus legowo mendapatkan panen curahan hati masyarakat. 

Mulai dicurhati terkait lahan pemakaman warga di Kelurahan Keputih yang sudah menipis. Karena kondisi tersebut, apabila ada warga meninggal maka dimakamkan di liang lahat yang sama. Dengan catatan, jenazah masih satu darah atau satu keluarga. 

"Karena masyarakat ya memiliki keinginan yaitu bagaimana supaya kebutuhan akan makam ini juga terakomodir oleh APBD Kota Surabaya dan aset pemerintah kota Surabaya juga bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat", ungkapnya, Senin (16/05).

Di samping lahan makam yang sekarang, lanjut politikus PKS itu, ada tanah dengan status aset pemkot. Hingga kini, tanah tersebut kosong. Dia mendorong tanah itu dioptimalkan untuk kebutuhan masyarakat. 

"Sesuai dengan aturan perda pengelolaan barang milik daerah. Asal daerah itu sebetulnya dimungkinkan untuk nanti aset itu dipakai oleh masyarakat",tambahnya.

Perempuan yang juga duduk di kursi Anggota Badan Anggaran (Banggar) itu mengingatkan terkait pembangunan rumah sakit baru. Rencananya, di kawasan Surabaya timur akan dibangun rumah sakit anyar. Yakni, RS Gunung Anyar. “Ini saya minta agar pemkot mengkaji betul karena skema pendanaannya menggunakan skema baru, KPBU,” jelasnya. 

Apabila pendanaan menggunakan investor asal luar Surabaya, Aning menyatakan bahwa pemkot perlu menyerap pekerja asal Surabaya sebanyak 40 persen. Jangan sampai kurang dari angka itu. Karena hal itu akan termaktub di regulasi pekerja lokal. 

“Termasuk aspek lingkungan. Sebelum ada rumah sakit, area dekat rumah sakit sudah banjir jangan sampai malah menambah permasalahan,” pungkasnya.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar