Kubu Lucy Kurniasari Menampik Adanya Tekanan Dalam Dukungan

Ketua PAC Demokrat Mulyorejo, Dony. (Dok : Chan RRI)

KBRN, Surabaya ; Semakin memanasnya perebutan kursi DPC Demokrat Surabaya yang lakukan oleh duo srikandi yakni antara Lucy Kurniasari dan Helina Harsono Njoto membuat sejumlah Ketua PAC kecewa. Hal ini dikarenakan tak ingin melihat perpevahan di partai berlambang bintang mercy itu.

Salah satunya Ketua PAC Mulyorejo Dony menyayangkan sikap dualisme yang muncul. Dia berharap, konflik yang muncul bisa segera reda. Berdasarkan kesaksiannya, dukungan untuk Lucy dihimpun sejak tahun lalu bukan secara instan.

”Mendekati musyawarah cabang (Muscab), dukungan itu diharapkan bisa dinotariskan begitu agar bisa diperkuat,” tuturnya, Rabu (18/05).

Saat pembubuhan tanda tangan dukungan bagi Lucy Kurniasari, lanjutnya, ada 29 dari 31 PAC yang hadir. Sebelum tanda tangan, semua pucuk pimpinan PAC mendapatkan penjelasan terlebih dulu dari pihak notaris. Dony menampik jika tanda tangan tersebut adalah bentuk jebakan dari Lucy.

“Apabila ada PAC yang tidak berkenan tak masalah. Bisa meninggalkan tempat. Namun, dari 29 PAC ternyata semua setuju memberikan dukungan kepada Lucy. Penandatanganan dilakukan di restoran di kawasan Barata Jaya, Kecamatan Gubeng, pada 25 Januari lalu,”ujarnya.

Sedangkan Ketua PAC Gubeng Pudjianto yang duduk di sebelah Donny menuturkan, pemberian dukungan kepada Lucy karena pihaknya khawatir dengan performa Herlina. Pria yang akrab disapa Tole itu menilai, Herlina telah gagal menjalani peran sebagai ketua badan pemenangan pemilihan umum (Bapilu) pada 2019 lalu. Hal itu dibuktikan dengan suara Demokrat yang semakin merosot di bursa pemilihan.

“Coba kita lihat kebelakang pada periode 2019 – 2024, Demokrat hanya mendapatkan 4 kursi. Di periode sebelumnya, Demokrat meraup 16 kemudian turun menjadi 6 kursi. Coba kalo nanti menjadi Ketua DPC apa yang akan terjadi? Lama – lama kita bisa kehilangan kursi,”ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar