Tim Hukum MA Beberkan Bukti TSM Pilkada Surabaya di Sidang MK

MA saat hadiri sidang MK (Dok. Ist)

Yang kedua, pelanggaran dan kecurangan secara TSM itu tidak diproses secara benar oleh penyelenggara dan pengawas pemilu. “Sehingga proses penegakan hukum, dan proses yang semestinya dijalakan tidak dapat menyelesaikan proses penegakan hukum di kasus-kasus tersebut,” ujar pria yang juga selama ini dikenal sebagai pengamat Mahkamah Konstitusi itu.

Saking banyaknya pelanggaran dan kecurangan yang bersifat TSM, tim kuasa hukum sampai menguraikannya dalam tabel khusus. Menurut Veri, pihaknya sudah membuat peta persebaran kecurangan dan pelanggaran TSM. Dari 31 kecamatan di Surabaya, paling tidak terdapat 20 kecamatan yang terjadi pelanggaran dan kecurangan TSM.

“Oleh karena itu kami memohon pada yang mulia untuk melihat persoalan ini secara holistik dan merujuk pada timming waktu bagaimana kecurangan dilakukan dengan melibatkan struktur yang ada, dan juga bagaimana proses penegakan hukum yang tidak berjalan,” jelasnya.

Terkait dengan kecurangan yang terjadi, tim kuasa hukum MA menguraikan dengan gamplang dari halaman 26 hingga halaman terakhir permohonan. Veri mengklasifikasikan pelanggaran TSM yang terjadi di Pilwali Surabaya dalam empat pokok.

Yang pertama adalah keterlibatan Tri Rismaharini yang saat ini menjabat Wali Kota Surabaya untuk memenangkan paslon nomer urut 01. Ada banyak contoh yang disebutkan oleh Veri. Di antaranya munculnya surat dan video Risma untuk warga Surabaya. Risma juga diduga melakukan kampanye terselubung dengan memanfaatkan jabatannya sebagai Wali Kota.

Selanjutnya :

Halaman 2 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00