Ribuan KPPS Pilkada Sidoarjo Mulai Jalani Rapid Test

KBRN, Sidoarjo : Sejak pagi tadi sebagian anggota Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS) dalam pelaksanaan Pilkada Sidoarjo tengah menjalani Rapid test di beberapa balai desa atau kantor kelurahan yang ditentukan.

“Hari ini ada 4 kecamatan. Dan setiap hari kegiatan ini dilakukan secara bergilir hingga minggu depan,” jelas Ketua KPU Sidoarjo, Mukhamad Iskak saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/11/20).

Dijadwalkan, akan ada 5 sampai 11 titik lokasi yang akan dikunjungi tim medis yang melakukan uji laboratorium tersebut setiap harinya. Iskak menambahkan setiap titik akan diikuti maksimal 300 orang anggota KPPS dari desa tersebut dan desa-desa sekitarnya.

“Tergantung berapa banyak jumlah KPPS-nya disana. Kalau memang sedikit ya digabung dengan desa terdekat supaya lebih efektif dan efisien,” ujar ia yang didampingi Sekretaris KPU Sidoarjo, Sulaiman.

Karena Rapid Test massal itu dilakukan di hari kerja, maka bukan tidak mungkin akan ada anggota KPPS yang tidak bisa hadir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Namun pihaknya sudah mengatisipasi kemungkinan tersebut.

“Tinggal dilihat saja jumlahnya. Kalau yang ketinggalan itu sampai 100 orang atau lebih, ya akan dijadwalkan ulang oleh petugas medis itu. Mereka akan datang lagi di tempat yang ditentukan,” imbuh mantan ketua PMII Sidoarjo tersebut.

Namun kalau angkanya dibawah itu atau masih ada yang tertinggal, dipersilahkan untuk langsung datang ke rumah sakit rujukan KPU sebelum batas akhir tahapan tersebut. Yakni di RS Siti Khodijah Sepanjang, Rumah Sakit Sheila Medika Juanda dan Rumah Sakit Siti Fatimah Tulangan.

Lebih lanjut dikatakannya, kewajiban mengikuti rapid test bagi KPPS ini merupakan upaya KPU untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dari ancaman pandemi covid-19 pada seluruh masyarakat yang akan menyalurkan hak politiknya untuk memilih calon pemimpin Sidoarjo ke depan.

“Sekali lagi jangan pernah kuatir untuk datang ke TPS karena semua petugas di TPS sudah pasti sehat dan mereka juga masih akan dibekali dengan APD (Alat Pelindung Diri-red) yang memadai. Bahkan untuk warga yang ke TPS juga telah kami sediakan masker dan sarung tangan plastik,” pungkas Iskak. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00