KPU Sidoarjo : Hoak Skor Debat Publik Paslon

Skor debat Publik Pilkada Sidoarjo yang dimenangkan paslon no urut 2.

KBRN, Sidoarjo : Pasca debat Publik Kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, muncul hasil skor yang tersebar di media sosial (medsos).

Skor yang beredar berisi catatan nilai debat antara Ketiga Paslon Pilkada Sidoarjo. Dalam skor tersebut, Paslon Muhdlor - Subandi mendapat nilai unggul dibanding kedua paslon lain, Tak hanya di group WhatsAap Hasil skor ini juga beredar di laman media sosial FB.

Menanggapi hal tersebut Agung Purnomo. Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana Malang. Peneliti CONCERN Consuntancy & Research. Mengatakan beredarnya skor hasil debat publik tidak terlalu berpengaruh dalam mengambil simpatik konstituen hal tersebut wajar dalam pesta demokrasi jika yang menerbitkan adalah lembaga survei yang terdaftar di KPU karena ada logo KPU dalam hasil skor debat tersebut.

"Dalam demokrasi modern, debat menjadi salah satu instrumen penting menakar kapasitas dan kapabilitas calon pemimpin. Lewat debat, masyarakat bisa tahu seberapa jauh calon pemimpin memahami realitas dan persoalan. Lewat debat pulalah masyarakat bisa menilai kesiapan calon pemimpin", jelas Agung, Jumat (20/11/20).

Hal senada juga disampaikan Muhammad Iskak Ketua KPUD Sidoarjo, dirinya mengatakan KPU tidak pernah membuat hasil skor debat publik dan tidak akan membuat kesimpulan apapun terkait penyampain visi dan misi para paslon.

"Harusnya hal tersebut kalau memang dilakukan oleh lembaga survei, maka lembaga tersebut harus terdaftar ke KPU, seharusnya jika belum terdaftar hasil skor tersebut dilarang memakai logo KPU", imbuh Iskak.

Pengamat komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Gungun Heryanto juga mengatakan hal senada, sejatinya debat adalah proses pengelolaan opini publik. Debat yang berlangsung tiga tahap memiliki maknanya masing-masing.

Debat pertama, kata Gungun, adalah fase orientasi panggung sekaligus brainstorming (mendapat ide dan gagasan). Debat kedua adalah fase konsolidasi atas debat sebelumnya yang mungkin masih terdapat kekeliruan. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00