HPN 2021, PWI Kediri Edukasi Prokes Dan Reboisasi Gunung Klotok

Reboisasi ribuan bibit pohon di Gunung Klotok. (Foto: istimewa)

KBRN, Kediri: Pada rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri melakukan sejumlah kegiatan pelestarian alam, seperti Reboisasi ribuan bibit pohon di Gunung Klotok, Kota Kediri, Minggu (28/2/2021).

Pada agenda yang digelar di tengah Masa Pandemi Virus Corona, seluruh peserta yang terlibat dalam penanaman ribuan bibit pohon ini mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat. Mulai dari kewajiban pemakaian masker, hingga membatasi jumlah relawan yang terlibat dalam giat reboisasi.

Menurut Ketua HPN Tahun 2021 PWI Kediri, Munjidul Ibad, dalam perhelatan ini, terdapat dua acara sekaligus yaitu acara reboisasi (tanam pohon) dan revitalisasi sumber air, serta acara bagi masker di kawasan Gunung Klotok, di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Dalam reboisasi dan bagi masker tersebut PWI Kediri menggandeng Perhutani KPH Kediri dan pegiat lingkungan dan relawan yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup (ARPLH) Kediri, serta didukung oleh PT. Gudang Garam Tbk, Pemkot Kediri dan Bank Indonesia Kediri. 

"Aksi reboisasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian PWI Kediri terhadap kelestarian lingkungan hidup. Selain itu, langkah ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi tanah longsor, mengingat kawasan Gunung Klotok, berada di sebelah timur Gunung Wilis, di mana di salah satu sisi yaitu di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, baru saja terjadi tanah longsor," kata Ketua HPN 2021 PWI Kediri, Munjidul Ibad, usai penanaman ribuan bibit pohon di Gunung Klotok, Kota Kediri,Minggu (28/2/2021).

Bahkan, pihaknya juga menerima kabar dari dr. Ari Purnomo Adi, Koordinator Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup Kediri, bahwa program reboisasi ini, juga mendapat sumbangan 1.000 bibit pohon dari Alumni Teknik Kimia UGM.

"Tentu kami sangat berterima kasih atas sumbangan dan dukungan ini," katanya.

Pada awalnya, tambah Ibad, semula memang hanya 1.000 pohon yang disiapkan oleh PWI Kediri dan Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup. Namun, ada tambahan dari Perhutani KPH Kediri sebanyak 1.000 pohon. Lalu ada sumbangan lagi 1.000 bibit pohon dari Alkumni Teknik Kimia UGM.

"Pohon sebanyak itu, tentunya tidak akan ditanam sekaligus. Tapi akan ditanam secara berkelanjutan di kawasan Gunung Klotok termasuk di sekitar 22 mata air yang ada di Kawasan Gunung Klotok ini," katanya.

Kemudian, mengingat kegiatan ini berlangsung di tengah pandemi, maka untuk penanaman dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Acara seremonial dipangkas dan dilaksanakan secara terpisah dari aksi secara keseluruhan.

"Acara dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 07.30 - 09.00 WIB di petak 138 C. Sesi ini adalah seremonial di mana hanya diikuti sekitar 50 orang. Sesi kedua, diikuti oleh para relawan di mulai pada pukul 09.00 - 11.00 WIB. Sesi ini berlangsung di 3 titik yaitu di petak 138 D, 130 C dan 130 D yang lokasinya terpisah. Masing-masing titik akan dipimpin oleh Koordinator Tim," katanya.

Sebelumnya, Azis, Asper BKPH Kediri, Perhutani KPH Kediri, ditemui saat mengecek lokasi rencana reboisasi bersama Tim dari PWI Kediri dan Relawan di Gunung Klotok, mengatakan, bahwa seluruh pohon itu akan ditanam secara berkelanjutan di sejumlah lahan kritis dan di area 22 mata air yang berada di kawasan Gunung Klotok.

"Kami sangat berterima kasih kepada PWI Kediri dan Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup Kediri yang melakukan aksi penanaman pohon di kawasan Gunung Klotok. Kami akan mendukung penuh acara tersebut," kata Aziz didampingi Suntoko, Mantri RPH Pojok.

Azis melanjutkan, terdapat 22 mata air di kawasan Gunung Klotok yang berada di wilayah Kota Kediri dan di Kabupaten Kediri. Keberadaan 22 sumber air di kawasan Gunung Klotok itu, sampai saat ini masih dalam keadaan baik, meski beberapa di antaranya debit air mulai berkurang.

Puluhan Sumber Air tersebut, lanjut Aziz, adalah Kedung Druwo, Jati,Kembang, Mulyo Selotiban, Bendo, Pesing, Banteng, Clowok, Awar-Awar, Kajar, Srikumuyung/Penguripan, Jambe, Keloran, Dedehan (baru), Beji, Padas, Jambangan/Lo, Suko (tempat ditemukannya Patirtan), Sumber Secang (baru), Tretes, Ingas dan Klampok (jambu alas).

"Dari sejumlah Mata Air tersebut, yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari adalah Sumber Mulyo Selotiban, Desa Tiron, Banyakan, Srikumuyung, Ngesong, Mayaran, Banyakan, Kabupaten Kediri, Sumber Jambangan/Lo, Tretes dan Suko di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri," katanya.

Seperti diketahui, untuk memperingati HPN 2021 ini, Panitia HPN 2021 PWI Kediri sebelumnya, yaitu pada hari Kamis (25/2) kemarin, PWI Kediri sudah melakukan acara Webinar yang mengundang Wakil Gubernur Jawa Timur, Emiel Dardak, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sofwan Kurnia, Juru bicara Satgas Penanganan Covid 19 Kota Kediri, dr. Fauzan Adima dan Pengurus PWI Pusat.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00