Kisah Sumrati Mencari Anaknya 1,5 Tahun Tak Ada Kabar

Sumrati dan anaknya Nur Hadi memperlihatkan foto Maisaroh dan Kartu Keluarga

KBRN, Surabaya : Sumrati tampak sedih. Matanya berkaca-kaca ketika menceritakan anak gadisnya bernama Siti Maisaroh (17) yang sudah 1,5 tahun tak kunjung pulang kerumah.

Kisah hilangnya warga Sidotopo Jaya gang 2 nomor 45 Surabaya ini terungkap berawal dari seorang guru ngaji tetangga kampung yang menanyakan kepada Sumriati mengenai Maisaroh yang sudah tak pernah ikut belajar mengaji.

"Awalnya kita juga gak tahu. Bude saya yang tanya. Bude kan guru ngaji, setelah tanya di Ibunya (red : Sumrati), ternyata Maisaroh tidak ada di rumah. Kita gak tahu ya, entah kabur, hilang atau diculik,' kata Dini warga Sidotopo Sekolah Surabaya, Kamis (29/10/2020).

Maisaroh tidak sampai menamatkan sekolah. Ia mengenyam pendidikan hanya sampai kelas satu SMP. Sehari-hari ia membantu Sumriati berjualan rujak. 

Sembari menunduk, Sumrati bercerita perihal anaknya. Sumriati ditemani anak laki-lakinya Nur Hadi (30). ia mengakui ada yang tak biasa, waktu awal dihari putrinya pergi. Pada saat hari kejadian, Maisaroh nampak gelisah. Sekitar pukul 20.00 WIB, setelah Maisaroh membuatkan es untuk pembeli, dia pamit pergi ke rumah temannya. Pamitan itu merupakan kali terakhir Sumrati dan keluarganya bertemu Maisaroh.

"Tak tunggu di warung sampai pukul 10 malam, Maisaroh juga belum pulang. Saya dapat kabar dari tetangga, Maisaroh tadi sempat menitipkan satu tas kresek yang diduga berisi baju dan pergi naik angkutan umum warna Kuning jurusan Wonokromo," tutur Sumrati dan Nur Hadi kepada rri.

Panik akan keberadaan Maisaroh yang tak ada kabar. Sumrati berusaha tanya ke tetangga kanan kirim. Namun hal itu tidak membuahkan hasil, hingga keesokan harinya kabar itu ada. Maisaroh menghubunginya dan mengatakan bahwa dia saat ini sudah di Bandung, lanjut ke Jakarta bersama teman perempuannya. 

"Waktu telepon, saya tidak percaya kalau Maisaroh pergi bersama teman wanita, saya bilang pasti kamu sama laki-laki. Saya juga tidak percaya kalau dia sudah ada di Bandung kemudian di Jakarta," katanya. 

Menyadari takut anaknya mengalami masalah, Sumrati menyuruh Maisaroh pulang, namun perbicangan lewat telfon itu rupanya untuk terakhir kalinya. Nomor telpon yang digunakan sudah tidak aktif.

"Saya bilang ke Maisaroh, masa hanya semalam saja sudah sampai ke Bandung terus ke Jakarta. Dia langsung tak suruh pulang tapi sampai saat ini dia belum pulang dan nomor teleponnya sudah tidak aktif lagi," ucapnya. 

Ketika disingggung apakah terjadi masalah hingga Maisaroh melakukan hal nekat pergi dari rumah. Sang kakak Mur Hadi mengaku hubungan keluarganya baik-baik saja. Bahkan dia tanya ke sang ibu, apakah mengusir Maisaroh dan ibu mengatakan tidak. 

"Tidak ada masalah mas dan tidak mengusir. Ini sepertinya sudah disengaja dan direncanakan adik saya untuk kabur dari rumah," ujar Nur Hadi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00