Kalimas Surabaya, Dari Kisah Sejarah Hingga Banyaknya Korban Tenggelam

Potret Kalimas Surabaya pada malam hari. [foto istimewa]

KBRN, Surabaya : Kasus tenggelamnya MPS (14) tahun sore kemarin (20/10) kembali mengingatkan kita pada kasus serupa. Tepat pada 10 tahun lalu tanggal 30 oktober 2010. Nasib malang menimpa dua bocah berusia 11 tahun, masing-masing Dicky Auren dan Arif Rahman Hakim, keduanya warga Jalan Kapasari Surabaya, tenggelam saat ingin berenang di sungai kalimas, tepatnya di bawah patung Suro dan Boyo.

Kapolsek Genteng saat itu Komisaris Polisi Fadli Widianto mengatakan, usaha pencarian selama lebih dari tiga jam yang dilakukan petugas belum membuahkan hasil, dan belum ditemukan tanda-tanda apa pun. Kondisi hari yang semakin malam serta derasnya air sungai membuat pencarian dihentikan sementara untuk dilanjutkan keesokan harinya. Pencarian dilakukan selama dua hari penuh, sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kedua korban bersekolah di SDN Kapasari III, dan sama-sama duduk di kelas VI. Mereka sebelumnya berniat main di arena "skater" yang berada tepat di samping sungai. Achmad Syahrul, salah satu rekan korban mengaku sudah memperingatkan keduanya untuk segera menjauh dari bibir sungai dan kembali bermain, namun keduanya tetap tak mau beranjak.

Kejadian Serupa :

Kejadian serupa juga terjadi pada tanggal 17 juni lalu,  dua anak tenggelam di kalimas, Surabaya, masing masing bernama Ismail dan Novael. Novael baru ditemukan keesokan harinya sekitar pukul 05.00 WIB di Kali Sulung. Saat itu anak-anak yang masih satu kampung rencananya berenang di Kalimas, tepatnya di bawah Jembatan Gemblongan.

Salah satu warga Jalan Maspati, Siswanti (46) mengaku mengatakan saat itu ada 5 anak bermain dekat jembatan, 3 diantaranya terjun ke sungai. Sedangkan 2 lainnya hanya di pinggir sungai karena tak bisa berenang. Namun kemudian terdengar teriakan minta tolong. Warga hanya dapat menyelamatkan satu orang sedang dua lainnya tenggelam.

Pada Tanggal 27 Agustus 2019, kejadian yang sama juga menimpa, Muhammad Difa Dwi Sasongko (17 tahun) Pelajar SMA Bhakti Kita Desa Krikilan, Driyorejo juga ditemukan tewas tenggelam di Kalimas Surabaya.

Saat itu korban bersama dua orang temannya Bagus Dwi Prasetyo dan Muhammad Viki Rian Adi Pratama masuk ke sungai Kalimas untuk mencari ikan dengan menebarkan obat Potas di aliran sungai tersebut, dengan posisi korban berada di selatan sungai sementara dua temannya berada di utara sungai yang ketiganya berada di dalam air. Dua teman lainnya Wahyu Bagus Sajiwo dan Muhammad Risandi berada di tepian sungai sebelah utara untuk memantau ikan yang sudah diobati.

Pada saat dua temannya naik ke darat, korban justru berenang dari selatan ke utara dengan tujuan untuk naik ke darat, tapi di tengah sungai ia tenggelam namun korban sempat berteriak minta tolong kepada ke empat temannya, namun naas keempat temannya tidak ada yang berani menolong hingga akhirnya korban tenggelam dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Selanjutnya : Pengantar

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00