Jasa Raharja Kediri Gelar PPGD Terhadap Relawan

Jasa Raharja Kediri Gelar PPGD Terhadap Relawan. (Foto: istimewa)
Pelatihan PPGD Jasa Raharja Kediri digelar dengan Prokes 5M ketat. (Foto: istimewa)

KBRN, Kediri: PT Jasa Raharja Perwakilan Kediri menggelar Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) korban kecelakaan lalu lintas (lantas) bagi 10 orang relawan di sekitar wilayah rawan laka di Kota Kediri.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menekan tingkat fatalitas cidera korban kecelakaan. Pelatihan ini juga dilaksanakan serentak di empat Kota/Kabupaten di wilayah lain di provinsi Jawa Timur, yakni Surabaya, Malang, Madiun dan Probolinggo diikuti 65 peserta.

Pada kesempatan ini, Materi Pelatihan diberikan oleh Kasubbidyanmeddokpol Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri, dr. Andityo Sp. An, Kepala Unit Laka Polres Kediri Kota IPTU Dyah Ayu Mirda, S.Tr.K, serta dari Tim RS Bhayangkara Kota Kediri dan Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Kediri Nifar Siahaan, SE.QWP.

Menurut Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Kediri Nifar Siahaan, SE.QWP, agenda pelatihan PPGD tersebut dilakukan sebagai upaya menekan tingkat fatalitas cidera korban kecelakaan.

"Secara serentak ada empat daerah lain yang melakukan hal serupa. Masing-masing, Surabaya, Malang, Madiun dan Probolinggo dan total peserta yang berpartisipasi mencapai 65 orang," kata Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Kediri Nifar Siahaan, SE.QWP, Jumat (15/10/2021).

Ditambahkan oleh Nifar Siahaan, turut hadir dalam kegiatan PPGD tersebut Kasat Lantas Polres Kediri Kota, Camat Mojoroto, dan Dinkes Kota Kediri.

"Dalam pelatihan ini, disertai simulasi penanganan bagi korban laka lantas sehingga dapat memberi pengetahuan bagi para volunteer (relawan) dalam hal penanganan gawat darurat di TKP bagi korban laka lantas tersebut sebelum dilakukan evakuasi ke rumah sakit ataupun puskesmas terdekat," katanya.

Selain memberikan pelatihan, lanjutnya, Jasa Raharja Kediri juga memberikan bantuan alat keselamatan berupa helm dan rompi kepada para peserta PPGD, serta alat kesehatan penanganan gawat darurat kepada Puskesmas Mrican yang diterima oleh Kepala Puskesmas Mrican, drg. Suprih Winarni sebagai bentuk dukungan bagi fasilitas kesehatan di daerah rawan laka (black spot).

"Mengingat saat ini masih Pandemi Covid-19, maka demi memutus mata rantai Virus Corona, maka pelatihan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat serta melakukan tes antigen kepada seluruh peserta dan panitia," katanya.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00