Diduga Kurang Pengawasan, Balita Di Kediri Tenggelam

Diduga Kurang Pengawasan, Balita Di Kediri Tenggelam. (Foto: Ayu Citra)

KBRN, Kediri: Diduga karena faktor kurangnya pengawasan atau kelalaian kedua orang tua, seorang anak balita, Efano Akhza Arsanendra (4) tenggelam di dasar kolam renang, di salah satu hotel di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada Minggu malam (13/6/2021).

Saat ditemui di Mako Polres Kediri Kota, Senin (14/6/2021), Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Ni Ketut Suarningsih mengungkapkan, kejadian yang dialami Efano, bisa menjadi pelajaran bagi orang tua lain dalam merawat buah hati. Sebab, memiliki anak adalah amanah dari Sang Khalik yang patut dijaga sebaik mungkin.

"Benar, pada Minggu malam tanggal 13 Juni 2021, di salah satu hotel di Kecamatan Semen telah terjadi insiden tenggelamnya seorang anak usia 4 tahun, bernama Efano," kata Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Ni Ketut Suarningsih, Senin (14/6/2021).

Dari keterangan yang diperoleh petugas, jelas Ketut, korban ini diketahui tidak bisa berenang dan saat di kolam renang juga tanpa kelengkapan alat pelindung, seperti pelampung bagi anak seusianya. Namun, karena kedua orang tua merasa anaknya tersebut ada di posisi yang aman, maka saat Efano berada di kolam renang bersama Sang Ayah, pada waktu itu pula, ibu kandung Efano bernama Eva Sanjaya dan kakak Efano bernama Efan (12), melakukan salat magrib di mushola hotel setempat.

Di sisi lain, ayah kandung Efano, bernama Trisnanto (40), warga Jalan Teuku Umar, Kelurahan Ploso, Kecamatan Kota Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, juga meninggalkan anaknya sebentar untuk mengambil barang yang tertinggal di dalam mobil.

"Kejadian ini berawal dari kedatangan keluarga Trisnanto dari Nganjuk di hotel tersebut sekitar pukul 18.20 WIB, dengan tujuan liburan. Kolam renang di hotel ini, lantas menjadi objek wisata menarik bagi keluarga itu. Tapi karena diduga lalai, saat itulah terjadi peristiwa tenggelamnya bocah ini. Padahal, di lokasi sama, juga ada beberapa pengunjung hotel yang juga berenang," katanya.

Tak lama dari mengambil barang di mobil, kata Ketut, Trisnanto kebingungan mencari anak kecilnya itu, karena tidak diketahui keberadaannya di kolam renang tersebut. Lalu ia akhirnya menyusul ke mushola hotel, dengan harapan, Efano menyusul ibu dan kakak kandungnya.

Namun, upaya tersebut tidak menemui hasil, sehingga akhirnya ia minta tolong petugas di hotel, untuk ikut mencari Efano.

"Setelah dicari lagi di sekitar kolam renang, akhirnya ketemulah Efano di dasar kolam dan langsung diangkat. Saat itu, anak ini dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera dibawa ke Rumah Sakit Lirboyo Kota Kediri. Akan tetapi, setibanya di Rumah Sakit, Efano tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Atas kejadian ini, lanjut Ketut, kini pihak keluarga korban sedang masa berkabung dan merasakan duka mendalam. Namun sebelum itu,  mereka sempat meminta dilakukan Visum Luar kepada jenazah anaknya di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.

Dengan peristiwa ini, Polres Kediri Kota mengimbau kepada semua orang tua agar lebih perhatian dan tidak meninggalkan anaknya tanpa pengawasan penuh. Tak hanya itu, bagi  pemilik wisata kolam renang baik kalangan pengusaha hotel maupun objek wisata lain, wajib menyiagakan sejumlah petugas pengamanan di sekitar kolam renang, memasang Jadwal Jam Operasional di kolam renang, serta menaruh Papan Informasi tentang Usia Pengunjung yang bisa memanfaatkan kolam renang, sehingga bisa mencegah insiden serupa.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00