Dikira Petasan, Warga Sidoarjo Tak Sadar Rumahnya Diberondong Tembakan

Kaca rumah, Supramono (63) Warga Waru, Sidoarjo yang mengalami penembakan misterius. FOTO/Andri Santoso

KBRN, Sidoarjo : Rumah Supramono (63) Warga Waru, Sidoarjo mengalami penembakan misterius. Tembok dan kaca rumah bagian depan berlubang. Selain itu, akibat teror yang terjadi pada Kamis (6/5/2021) dini hari tersebut, motor dan helm mengalami kerusakan seperti bekas peluru.

Nurul, istri Supramono mengatakan, ia tak mengetahui secara pasti bagaimana peristiwa itu terjadi karena posisi didalam kamar bersama suaminya. Suara tembakan terdengar beberapa kali itu membuatnya kaget dan membangunkan suaminya."Bapak (suami) mengira, itu bunyi petasan dan akhirnya tidak saya lihat," ujar Nurul, Kamis (6/05/21).

Kondisi rumah yang berantakan, pertama kali diketahui oleh Fatkhur, anak kandung Nurul. Setelah diberitahu bahwa kaca rumah ada yang rusak, Nurul terpaksa bangun dan membersihkan pecahan kaca.

"Ketika saya lihat, ruang tamu sudah  berantakan dan kotor akibat pecahan kaca dan tembok," terang Nurul.

Lanjut Nurul menceritakan, ketika ia hendak ke Masjid, dirinya menemukan 3 selongsong peluru. Dari situ Nurul baru sadar, jika lubang di kaca itu diduga kuat akibat tembakan. Selain itu, menemukan dua proyektil peluru.

"Setelah saya nemu selongsong peluru. Tubuh saya langsung lemas. Saya baru sadar kalau lubang itu bekas tembakan. Satu proyektil nemu di tembok, satu ketemu didekat motor dan yang satu belum ketemu," paparnya.

Kejadian ini sudah dilaporkan ke Ketua RT untuk dilanjutkan ke pihak Kepolisian Polsek dan Polresta Sidoarjo. "Sudah lapor ke kantor polisi yang ada di Cemeng kalang," ujar Pramono.

Sementara, Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Sumardji membenarkan kejadian tersebut. Namun ia enggan berkomentar banyak karena sibuk menyambut Presiden Joko Widodo. Namun sudah dalam proses penyelidikan dan pengumpulan bukti. Untuk mengungkap pelaku penembakan.

"Mohon waktu dulu, untuk memberikan keterangan yang jelas, hari ini belum bisa memberikan penjelasan terkait hal itu," terang Sumardji kepada wartawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00