Warga Kediri Alami Gangguan Kesehatan Sejak Operasional Pabrik Pupuk

Warga Kediri Alami Gangguan Kesehatan Sejak Operasional Pabrik Pupuk. (Foto: Ayu Citra)
Lokasi SDN Kambingan, Desa Kambingan, berada dekat dengan pabrik pupuk organik PT KTS di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu.
Lahan pertanian warga ikut terdampak asap limbah pabrik pupuk PT KTS.

KBRN, Kediri: Sejumlah warga di Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri mengaku mengalami berbagai gangguan kesehatan sejak operasional pabrik pupuk organik, PT Kediri Tani Sejahtera (PT KTS), di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

"Bau limbah pabrik pupuk organik ini, sangat menyengat. Pernah dulu pabrik ini diprotes warga karena telah mencemari lingkungan, tapi tidak tahu kenapa, mereka tidak merespon dan sekarang tetap berdiri," kata Pujiati, warga RT 03/ RW 03, Dusun Ngatup, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Rabu (14/4/2021).

Menurutnya, dari segi lokasi, pabrik pupuk organik ini berada di desa yang bukan satu wilayah dengan warga di Desa Kambingan. Namun, tempat pabrik pupuk PT KTS di Desa Wonosari, ada di perbatasan dengan Desa Kambingan.

"Nah kalau musim penghujan tiba, hembusan angin mengarah ke bagian Utara pabrik, dan asapnya yang kadang warna putih dan warna hitam itu masuk ke seluruh bagian rumah. Keponakan saya yang SMP, bahkan sempat menderita sinusitis, dan saya sendiri merasakan sesak nafas," kata perempuan yang kini berusia 55 tahun.

Terpisah, Sigit Djarwanto, Ketua RT 01/RW 04 Dusun Ngatup, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, mengatakan, sesungguhnya warga tidak ingin memunculkan masalah dengan PT KTS. Tapi, pihaknya meminta tolong kepada manajemen pabrik pupuk, agar mereka bisa membuang limbahnya tanpa mencemari lingkungan.

"Kami itu tidak minta apa-apa pada PT KTS. Kalau masalah polusi udara ini sudah teratasi, ya selesai sudah, kami tidak akan minta bantuan pemda setempat. Pernah dulu pabrik ini memberi paket sembako, tapi ya buat apa, kami tetap terdampak bau menyengat daa ini terjadi sejak tahun 2009 sampai sekarang," katanya.

Sigit menambahkan, untuk membantu mempercepat penanganan masalah limbah ini, pihaknya juga sudah meminta bantuan kepada Kepala Desa  Kambingan, dan ia berjanji akan menyampaikan aduan warga kepada manajemen PT KTS. Selain itu, warga juga sudah berkirim aurat kepada Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dan Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, Senin (13/4/2021).

"Kami tidak ada deadline kapan masalah ini ditangani Bupati Kediri dan Ketua DPRD Kabupaten Kediri. Namun, kami hanya minta tolong permasalahan limbah ini bisa diselesaikan oleh pihak terkait. Benar, beberapa waktu lalu, ada perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri yang datang meninjau lokasi ini, tapi kami tidak diajak komunikasi. Padahal kami ingin pemda setempat memahami,bahwa aroma limbah ini sangat menyengat dan berdampak buruk bagi masyarakat, terutama lansia dan anak-anak," katanya.

Hal ini juga mendapat tanggapan dari Kepala Desa Kambingan, Djarkasi.

Ia mengaku, beberapa hari lalu pihaknya kedatangan sejumlah orang yang mengatasnamakan dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri.

"Saat itu, saya diminta menandatangani surat, yang isinya sepakat dengan perbaikan kondisi laboratorium PT KTS," katanya.

Lebih lanjut, saat melakukan pemantauan dan upaya konfirmasi masalah tersebut di pabrik pupuk PT KTS, sejumlah jurnalis tidak berhasil menemui Dani, selaku Pimpinan PT KTS. Sebab, menurut keterangan staf administrasi di kantor tersebut, sejumlah manajemen sedang berada di luar kota, dan pihaknya tidak memiliki wewenang memberikan konfirmasi dalam bentuk apapun.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00