Ibu Pembuang Bayi di sawah Masih 15 Tahun

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono memeriksa kondisi bayi laki-laki yang baru lahir dan ditelantarkan kedua orang tuanya. (Foto: istimewa)

KBRN, Kediri: Anggota Polres Kediri berhasil menangkap seorang pelajar perempuan (15) yang diduga membuang bayi yang baru dilahirkannya, di Dusun Sawahan, Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Rabu (25/11/2020).

Dari tindakan tersebut, Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono, menyatakan, bahwa perbuatan ibu muda ini terancam pasal 308 KUHP dengan hukuman penjara 5 tahun. Sementara, kekasih pelajar (19) yang juga berhasil diamankan petugas, terkena pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan sanksi hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

"Kami kenakan pasal 81 dan 82 terhadap pria yang diduga kekasih pelajar itu, karena perbuatan ini dilakukan terhadap anak di bawah usia 18 tahun," kata Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono, saat menjenguk bayi yang ditemukan warga, dan kini dirawat di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK), Kamis (26/11/2020).

Mengenai kronologis kejadian, AKBP Lukman mengungkapkan, bahwa pada Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 02.30 WIB, ibu muda tersebut mengalami sakit perut, hingga akhirnya melahirkan di kamar mandi pada pukul 03.00 WIB. Kemudian, akibat merasa ketakutan diketahui orang tuanya, karena memiliki bayi di luar nikah, maka anak laki-laki yang dilahirkan itu akhirnya diletakkan di pekarangan tetangga, yang tak jauh dari rumah YG.

Lalu, keesokan harinya, saksi bernama Sugianto mendengar suara bayi menangis, atau seperti suara kucing bertengkar. Setelah diperiksa, ternyata suara itu berasal dari pekarangan, yang berlokasi di Dusun Sawahan, Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Atas penemuan bayi laki-laki itu, melaporkannya kepada petugas berwajib.

Setelah melakukan penelusuran di lokasi, dan memeriksa warga yang diduga memiliki ciri-ciri setelah melahirkan, alhasil petugas bisa menemukan YG. Bahkan, saat ditanya petugas, perempuan tersebut sempat mengelak kalau telah melahirkan seorang anak. Namun, ketika diperiksa bidan desa setempat, diketahui kalau kondisi YG memang benar telah melalui tahap persalinan.

"Dari hasil ini, kami mengamankan YG, sedangkan bayi laki-lakinya mendapat pemeriksaan intensif di RSKK. Bahkan saat saya menjenguk bayi ini, alhamdulillah kondisinya sehat dan ukuran panjang serta berat si bayi juga normal," katanya.

Terkait dengan penanganan terhadap bayi YG, Kepala Humas RSKK, Ahsin Usman menerangkan, bahwa benar kini bayi yang ditelantarkan ibunya itu berada di RSKK. Saat ini, kondisi bayi dalam pemeriksaan secara menyeluruh oleh tenaga medis.

"Alhamdulillah, kondisi bayi kini baik dan sehat. Namun, saat ditemukan dan dibawa pertama kali ke sini, memang sempat dehidrasi, karena semalaman ia berada di luar rumah," katanya.

Lebih lanjut, bayi laki-laki tersebut memiliki berat 2,6 Kilogram dan panjang sekitar 51 Centimeter. Selama bulan Januari-November 2020, kasus ini  merupakan satu-satunya peristiwa penemuan bayi yang ditangani RSKK.

"Semoga ini kasus yang terakhir selama tahun 2020, dan ke depan tidak ada lagi peristiwa serupa," katanya. (ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00