Polisi Amankan Empat Kurir Narkotika, Dua Diantaranya Ditembak Kaki

Empat tersangka kurir narkotika beserta barang bukti diamankan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

KBRN, Surabaya : Polisi mengamankan empat kurir Narkotika jaringan Pamekasan dan Sampang dengan barang bukti 1,5 kg sabu serta 234 butir pil doble L.

Empat tersangka itu yakni, Kusnul Ulum (29) dan Mardiwinata Pran (25) asal Kediri yang kos Desa Sambisari Kecamatan Taman, Sidoarjo. Jakfar Ninggolan (30) asal Kapling Baru Tambak Oso, gang Mutiara, Waru, Sidoarjo, dan Aris Zainuri (28) warga Jalan Rungkut Tengah Gg. Pertolongan Surabaya.

Menurut Wakasat Resnakoba Polrestabes Surabaya Kompol Heru Dwi Purnomo ke empat tersangka di tangkap di tempat berbeda yakni di wilayah Taman Sidoarjo dan di wilayah Rungkut Surbaya.

Heru lantas merinci penangkapan pertama yang dilakukan pada29 Oktober 2002. Dari hasil interogasi dan pemeriksaan tersangka, kemudian dilakukan penyelidikan lanjutan dan pengembangan hinga pada tanggal 7 November 2020 diamankan lagi dua pelaku.

"Dua pelaku di antaranya yakni masing-masing berinisial AS, usia 29 tahun, warga Kota Surabaya dan JN (30), warga Sidoarjo, Jawa Timur kami lumpuhkan kakinya dengan tembakan karena berupaya melarikan diri saat hendak ditangkap," ujar Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Heru Dwi Purnomo, Rabu (11/11/2020).

Heru menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari ditangkapnya dua tersangka Khusnul Ulum (29) dan Mardiwinata Frans Nanda Putra (25) di sebuah rumah kos di Jalan Reformasi, Sambisari, Taman, Sidoarjo pada Selasa (29/9/2020).

"Dari penggeladan dirumah kos tersebut ditemukan 234 ribu pil dobel L, 1,5 kilogram sabu, dua handphone dan sebuah alat press," jelasnya.

Setelah menangkap dua tersangka tersebut, polisi kembali melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Jakfar Ninggolan (30) warga Tambak Oso, Waru Sidoarjo. Aris Zainuri (28) warga Rungkut Tengah, Surabaya.

"Mereka kita amankan di rumah di wilayah tambak Oso Sidoarjo. Dari tempat tersebut ditemukan kurang lebih satu kilogram sabu, timbangan elektronik dan sebuah buku catatan," katanya.

Dari interogasi yang dilakukan petugas, para kurir tersebut atas perintah dari dua orang DPO yakni berinisial N dan G. Salah satu dari DPO tersebut merupakan seorang narapidana narkotika di lembaga pemasyarakatan Pamekasan.

"Mereka mengaku akan mengedarkan narkoba ini ke wilayah Pulau Madura, atas perintah dari seorang narapidana yang saat ini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Narkotika Pamekasan, Madura," bebernya.

Polisi masih terus mengembangkan penyelidikan perkara ini untuk mengungkap kemungkinan banyak pelaku lainnya yang terlibat.

"Narkoba yang akan diedarkan ke Pulau Madura itu didapat oleh para pelaku melalui jasa ekspedisi. Saat ini kami masih sedang menyelidiki dari mana asal narkoba tersebut," tandasnya.

Dari total pengungkapan kasus empat pelaku ini, Unit Idik III dapatkan mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebesar 1,5 Kg dan pil double L atau Koplo kurang lebih 234.000 butir.

Mereka akan dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Uu. RI. No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dan Pasal 196 dan Pasal 197 UU. RI. No, 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00