Fakta Penganiayaan ART di Surabaya, Ini Perlakuan Sang Majikan

KBRN, Surabaya : Jajaran Polrestabes Surabaya menangkap FF (55). Perempuan paruh baya ini merupakan majikan asisten rumah tangga (ART) bernama Elok Anggraini Setyawati (45) atau EAS yang mengalami luka-luka dibagain tubuhnya. 

FF sang majikan diduga pelaku penganiayaan terhadap EAS. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian menyebut, tersangka terbukti melakukan tindakan penganiayaan, mulai menyetrika hingga memukuli korban. Bahkan tersangka menyuruh korban memakan makanan yang dicampur kotoran kucing.

"Ini foto dan barang bukti yang digunakan tersangka melakukan tindakan kekerasan kepada ART," ungkap Oki, Rabu (19/5/2021).

Ia menjelaskan pihaknya membeberkan beberapa foto karena tersangka dalam kondisi sakit. Dalam kasus ini, Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya juga menyita sejumlah barang bukti seperti sapu, selang, pipa hingga setrika yang digunakan tersangka FF untuk menganiaya EAS.

"Semua alat itu digunakan tersangka untuk melakukan perlakukan tidak manusiawi yaitu kekerasan terhadap korban," kata Alumni Akpol Tahun 2003 itu.

Kronologis kasus ini terungkap, dimana kecurigaan atas kejanggalan saat petugas Liponsos mendapati sejumlah luka pada tubuh EAS. ART EAS dimasukkan ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya oleh majikannya dengan laporan gangguan jiwa.

EAS diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya sendiri. Ia mengaku jika majikannya memasukkan dia ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) dengan laporan gangguan jiwa. 

Setelah mendapat laporan, Unit PPA melakukan penyelidikan dan mengevakuasi korban ke rumah sakit. Sedangkan putri korban yang masih berusia 10 tahun juga dievakuasi dan dirawat di pondok sosial milik Pemprov Jatim di Sidoarjo.

"Tersangka akan dijerat Pasal 44 ayat 1 dan 2 UURI No. 23 tahun 2004 tentang PKDRT dan Pasal 351 ayat 2 KUHP yang mengakibatkan luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun," pungkas AKBP Oki. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00