Kasus Pencabulan Marak, Kanwilkumham Jatim Gencarkan Penyuluhan Hukum

Gatot Suharto Kepala Penyuluhan, Bantuan Hukum dan Jaringan Dokumentasi Informasi Kanwil Kemenkumham Jatim, berbincang dengan Kepala Stasiun RRI Surabaya

KBRN, Surabaya : Kanwil Kemenkumham Jawa Timur menggencarkan sosialisasi hukum dan penyuluhan terkait tindakan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak. Hal tersebut dilakukan sebab hingga saat ini masih banyak warga yang melanggar aturan tersebut.

Menurut Gatot Suharto Kepala Penyuluhan, Bantuan Hukum dan Jaringan Dokumentasi Informasi Kanwil Kemenkumham Jatim, penyuluhan yang dilakukan selain sebagai bentuk kewaspadaan sekaligus meningkatkan pemahaman hukum pada masyarakat.

"Kami ada 61 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang terakreditasi dengan kami. Kami juga mempunyai penyuluh dari Madya sampai pertama. Kita gerakkan mereka. Intinya hadir. Yang pertama bisa memberikan rasa empati dan solusi. Artinya kita ingin meningkatkan pemahaman hukum," ungkap Gatot ketika berkunjung di kantor RRI, Surabaya, Senin (18/10/2021).

Ia menjelaskan pengawasan anak sangat penting dari orang tua agar anak-anak tidak menjadi pelaku ataupun korban dari pencabulan. Paling tidak kata Gatot orang tua harus memastikan bahwa anaknya terlindungi.

"Paling tidak kita mengingatkan terrutama dari kalangan keluarga. Yang kita waspadai kan perempuan. Mereka bergaul sengan siapa. Hari ini dia pergi dengan siapa. Orang tua harus melakukan kontrol, sama-sama menjaga," paparnya.

Gatot juga mengingatkan sebaiknya orang tua tidak membiarkan anak leluasa mengakses media internet. Penggunaan informasi teknologi seperti internet, ibarat pisau bermata dua, bisa bermanfaat, bisa juga justru malah menjerumuskan.

"Internet bisa juga. Faktor kemiskinan juga perlu diwaspadai. Ini peran bersama untuk gencar memberikan pemahaman pada masyarakat," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00