Kurniawansyah: Sanksi Doping Sudah Berakhir September 2020

Foto: Kurniawansyah, Ketum PBFI Jatim

KBRN, Surabaya : Kurniawansyah Ketua Umum Pengurus Propinsi Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia PBFI Jawa Timur menegaskan sanksi doping yang dijalaninya sudah berakhir sejak akhir September 2020 lalu.

Dikonfirmasi RRI, Kurniawansyah mengatakan sanksi doping sudah dijalani sebagai atlet binaraga selama 4 tahun usai mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional PON 2016 di Jawa Barat. Pada ajang PON XIX tahun 2016 Jawa Barat lalu, Kurniawansyah tidak mewakili Jawa Timur namun terdaftar sebagai atlet Provinsi Bangka Belitung.

"Kalau doping itu sudah selesai. Sanksi itu selesai pada akhir September 2020 lalu. Itu sanksi doping dikenakan 3 tahun, berakhirnya September 2020 kemarin, sudah berakhir. Sanksi doping dikenakan saat sebagai atlet. Kalau sebagai pengurus PBFI Jatim, tidak ada yang kita langgar," jelas Kurniawansyah, Kamis (21/1/2021).

Disisi lain, Sanksi 4 tahun itu dijatuhkan kepada Kurniawansyah setelah proses bandingnya ditolak oleh Dewan Disiplin Anti Doping Kemenpora Republik Indonesia, pada Februari 2017 lalu.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Disiplin Anti Doping Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpik XV Tahun 2016, nomor: 12/P.DDAD/PONXIX/IV/2017 tentang Kasus Pelanggaran Peraturan Anti Doping atas nama Kurniawansyah.(OA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00