Ponaryo Astaman Terkesan Permainan Anak Surabaya di Football Championship 2019

KBRN, Surabaya :Instruktur sekaligus mantan kapten Timnas Indonesia Ponaryo Astaman mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Milo Football Championship 2019 di Lapangan Kodam V/Brawijaya Surabaya. Ponaryo yang menjadi instruktur acara tersebut menilai anak-anak Surabaya memiliki karakter yang berbeda dibanding kota lain.

Menurut Ponaryo Astaman, Selasa (26/3/2019), dalam acara football Championship tersebut selain untuk menseleksi pemain junior terbaik juga diberikan program pelatihan cara bermain sepakbola. Menurut Ponaryo Astaman, metode pelatihan yang diberikan dalam football clinic day dibagi dalam 8 lapangan dengan materi yang berbeda.

"Kalau metode pelatihannya sama di football clinic day. Kita ada 8 lapangan dengan materi yang diberikan berbeda terus juga dilatih 17 coach edukator. Materi yang diberikan juga sama dengan kota-kota yang lain", jelas Ponaryo Astaman.

Surabaya menjadi satu dari lima kota yang ditunjuk sebagai penyelenggaraan kejuaraan sepak bola U-12 pada Football Champions 2019. Setelah sempat ke Jakarta, Medan, dan Bandung, Ponaryo Astaman melihat perbedaan mencolok dalam gaya permainan anak-anak Surabaya.

“Karakteristik pemain Surabaya itu ngeyel di lapangan. Tidak peduli pemain postur besar atau kecil, bahkan cowok atau cewek, juga bermain ngeyel dan menunjukkan semangat dalam pertandingan. Ini menunjukkan karakteristik secara umum adik-adik peserta di Surabaya,” kata Ponaryo.

SDN Bandung Rejosari 1 Malang sukses menjadi juara Milo Football Championship Surabaya 2019. Di final, SDN Bandung Rejosari 1 mengalahkan SD Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya dengan skor 1-0 di Lapangan Sepak Bola Kodam V Brawijaya, Surabaya. Peringkat ketiga diraih SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo setelah mengalahkan SDN Banyu Urip 2 Surabaya dengan skor 1-0.(OA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00