Atlet Judo Jatim Sayangkan Ada Pertandingan Tidak Sportif di PON Papua

KBRN, Surabaya ; Banyak faktor yang mempengaruhi perolehan medali atlet di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua. Selain ketatnya persaingan ada beberapa hal yang membuat atlet tidak mampu mencapai target. Salah satu atlet Judo Jatim peraih perunggu Ita Rahmawati menjelaskan disamping soal kesehatan mengingat kondisi pandemi, faktor penilaian juri atau wasit pertandingan mempengaruhi perolehan medali. Ia menyontohkan di cabang olahraga Judo, kepemimpinan wasit yang subyektig sempat dikeluhkan tim Jatim sehingga yang semula atet layak mendapat emas hanya meraih perak. 

" Banyak hal, entah itu wasit atau apa seperti di judo ditemukan penilaian subyketif jadi mempengaruhi perolehan medali," kata Ita dalam dialog bersama RRI.

Ita menegaskan hal itu sangat disayangkan padahal untuk memeprsiapkan diri menjalani PON Papua sangat tidak mudah sebab banyak hal yang sudah dikorbankan. Seperti Puslatda New Normal (PNN) yang harus berlangsung ketat dan steril sehingga ia harus meninggalkan keluarga, 

" Kita ini sudah berjuang keras, kita berkorban selama pandemi ini Puslatda New Normal tinggal di asrama, meninggalkan anak dan kelurga kita full total tapi pertandingana dan menang kalah. Apalagi pandemi yang jadi musuh utama covid-19, tiap dua hari tes, curah hujan tinggi, malaria tinggi, jadi benar-benar jaga kesehatan. Atlet memang harus berjuang kesehatan keselamatan, " tambahnya. 

Selaian masa persiapan yang harus terlaksana dengan segala keterbatasan dan harus karantina ketat, PON Papua juga terasa sangat berbeda selama masa pandemi dengan tidak adanya komptisi dan latihan ke luar negeri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00