Tak Hanya Persebaya, Klub Lain Juga Berharap Kompetisi Segera Digelar

Dok. PT Liga Indonesia Baru

KBRN, Surabaya ;  Persebaya Surabaya bersama Barito Putera, Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Persiraja Banda Aceh mendesak PSSI serta PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera memutuskan status kompetisi. 

Manajer Persebaya Candra Wahyudi menjelaskan kevakuman kompetisi selama lebih dari 1,5 tahun tidak hanya memukul nasib pemain dan pelatih. Klub pun harus berjuang keras untuk tetap survive.

" Ketidakpastian kompetisi membuat klub semakin berada dalam posisi sulit. Beban finansial semakin berat. Memutar kembali kompetisi adalah solusi untuk memperpanjang nafas klub," kata Candra. 

Senada dengan Persebaya, Sekretaris umum Persiraja Rahmat Djailani mengharapkan kompetisi segera berjalan karena semua pihak sudah siap menjalankan protokol kesehatan. 

" Liga 1 harus segara berjalan lagi. Kami sudah menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi, tidak ada alasan untuk tidak menggelar lagi kompetisi,"  ujar Rahmat. 

Sedangkan Asisten Manajer Barito M. Ikhsan menyatakan bahwa timnya sudah bersiap di Jogjakarta sejak dua bulan lalu. Tak hanya rela jauh dari markas mereka di Banjarmasin, Barito juga harus mengeluarkan biaya besar selama bersiap di Jawa. 

" Jangan sampai kejadian musim lalu terulang. Kami sudah bersiap, ternyata liga tidak jalan. Klub pasti rugi besar," kata Ikhsan. 

Mengacu pada Piala Menpora 2021, Manajer Persik Syarif Hidayatullah juga yakin kompetisi bisa berjalan aman. 

"Semoga liga dimulai Agustus ini. Dengan protokol kesehatan yang ketat seperti Piala Menpora, saya rasa liga bisa berjalan aman," kata 

Sementara Manajer Persita I Nyoman Suryanthara juga mendesak PSSI serta LIB secepatnya memberi kepastian kompetisi. Hal itu sangat dibutuhkan klub untuk menentukan langkah ke depan. Utamanya untuk memastikan kondisi keuangan klub dalam mengikuti kompetisi. 

"Berjalannya lagi liga akan memutar roda ekonomi pelaku sepak bola. Tanpa kompetisi, selain tidak ada prestasi, klub juga bisa mati," ujar Nyoman. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00