Olimpiade Keempat Eko Yuli, PABBSI Jatim Berharap Raih Emas

Lifter Indonesia Eko Yuli (foto; Antara)

KBRN, Surabaya; Pengprov Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Jawa Timur berharap atlet angkat besi Eko Yuli Irawan mampu meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. 

Ketua Umum PABSI Jawa Timur Jeffry Tagore menjelaskan Eko Yuli yang akan turun di kelas 61 kilogram pada Minggu (25/7/2021) waktu setempat, ditargetkan medali emas. Pengalaman Eko yang sudah pernah turun di tiga kali penyelenggaraan Olimpiade diharapkan mampu menambah kepercayaan diri pria kelahiran 24 Juli 1989 itu tampil maksimal. 

" Sesuai laporan terakhir Eko, kepada kami sebelum berangkat dan pada saat latihan di Tokyo, menurut kita sih memang layak bertarung di antara emas atau perak. Karena ini adalah Olimpiade keempatnya Eko. Pertama perunggu, perunggu, dan perak. Mudah-mudahan kali ini bisa emas," jelas Jeffry. 

Untuk mewujudkan medali emas diakui Jeffry memang tidak mudah. Sebab harus bersaing dengan lifter terbaik dunia. Sejauh ini, China terlihat akan menjadi ancaman bagi Merah Putih. 

" Yang paling berat pasti dari China. Kalau kita lihat starting list, Eko sih keliatan lebih bagus. Cuma starting list kan tidak bisa menentukan hasil akhir, " lanjutnya. 

Jika sukses meraih emas, Eko Yuli akan menjadi atlet di cabor angkat besi yang meraih emas Olimpiade pertama. Selama ini, raihan terbaik Indoensia hanya meraih perak di Olimpiade Rio 2016 lalu. 

" Kalau terwujud maka ini adalah medali emas pertama kontingen Indonesia di cabor angkat besi. Selama ini Indonesia belum pernah emas. Hanya perak yang didapat Eko kemarin, " imbuhnya. 

Pada Olimpiade Beijing 2008, Eko yang turun di kelas 56 kilogram berhasil meraih medali perunggu. Kemudian di Olimpiade London 2012, Eko juga meraih perunggu di kelas 62 kilogram.Selanjutnya, pada Olimpiade Rio 2016,  di kelas 62 kilogram menyabet medali perak. 

Selain itu, Eko Yuli juga meraih medali emas di Asian Games Indonesia 2018 dan Kejuaraan Dunia di Ashgabat, Turkmenistan 2018.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00