Dua Jenazah Santriwati Korban Longsor Madura Tiba di Rumah Duka

KBRN,Jember : Jenazah Nur Azizah (13), salah satu korban meninggal dunia dalam musibah tanah longsor di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura tiba dirumah duka di Dusun Cempedak, Desa Dukuh Mencek, Kecamataan Sukorambi, Jember. Jenazah tiba sekitar pukul 16.00 wib, Rabu (24/2/2021).

Isak tangis kerabat dan tetangga seketika pecah ketika mobil ambulance yang membawa jenazah korban tiba dihalaman rumah duka. 

Sejumlah kerabat yang tak kuasa menahan kesedihan bahkan sempat tak sadarkan diri saat jenasah dua siswi Ponpes Pondok Pesantren An-Nidhomiyah, Pamekasan itu diturunkan dari mobil ambulance menuju kedalam rumah korban.

Paman Korban, Muhlis menceritakan kedua korban meninggal dunia Nur Azizah (13) dan Santi (16) masih satu kerabat. Nur Azizah baru satu tahun mondok di Ponpes An-Nidhomiyah sedangkan Santi sudah menempuh pendidikan selama tiga tahun.

"Kalau untuk firasat ke keluarga tidak ada, hanya saja korban Santi itu sehari sebelum kejadian, masih sempat menelpon  dan minta video call ke teman semasa SD yang masih satu kampung, korban waktu itu hanya menyampaikan ingin melepas rindu sebelum masuk, selain itu tidak ada," ujarnya kepada RRI ditemui saat dirumah duka.

Muhlis menambahkan, pihak keluarga menerima kabar duka pada rabu dini hari atau sesaat setelah peristiwa tanah longsor terjadi. Mendengar kabar duka itu, Orang tua korban langsung berangkat ke Madura untuk menjemput jenazah kedua korban meninggal dunia.

"Kesepakatan pihak keluarga untuk kedua korban meninggal, langsung kita makamkamkan hari ini juga setelah disucikan dan disholatkan," jelasnya.

Semasa hidupnya, Nur Azizah dan Santi sebagai sosok anak dengan pribadi yang mandiri, patuh terhadap orang tua dan taat beragama. Bahkan setelah tamat SD, keduanya memilih untuk melanjutkan pendidikan dan memperdalam Ilmu agama di salah Pondok Pesantren di Pamekasan itu.

"Keluarga sudah ikhlas atas musibah yang terjadi, insa allah anak kami meninggal dunia dalam keadaan syahid karena mereka sedang menuntut ilmu meninggalkan orang tuanya disini," tandasnya.

Proses pemakaman kedua korban dilakukan bergiliran. Usai disholatkan di mushola yang lokasinya tak jauh dari kediaman rumah korban, Jenazah Nur Azizah dan Santi selanjutnya dikebumikan di lokasi pemakaman umum desa setempat. 

Ratusan warga dan tetangga turut mengantar jenazah dua santriwati yang menjadi korban meninggal dunia dalam musibah tanah longsor yang terjadi sekitar pukul 00.30 wib, Rabu (24/2/2021) dini hari itu. (GL/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00