Kota Madiun Berlakukan PPKM Jilid II, Warga Dihimbau Tingkatkan Prokes

KBRN, Madiun: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Madiun diperpanjang. Hal itu sebagaimana Instruksi Mendagri No.2/2021 tentang Perpanjangan PPKM untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. PPKM jilid dua dimulai Selasa (26/1/2021) hingga Senin (8/2/2021).

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, pada PPKM tahap II ini, pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) tetap dilakukan. Namun tidak lagi total. Seperti di depan rumah sakit, semua PJU tetap dihidupkan. Sedangkan untuk jalan protokol, dipadamkan mulai pukul 20.00 WIB sejalan dengan operasional pusat perbelanjaan atau mall.

“Untuk PJU ini sedang kita analisa. PJU di daerah pinggir, mungkin saya hidupkan. Tapi dengan syarat PKL jam 21.00 WIB harus sudah tutup (close). Ini yang penting. Hal-hal seperti ini ya mohon kesadaran semuanya,” ungkap Maidi, Selasa (26/1/2021).

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menjelaskan, secara prinsip InMendagri soal perpanjangan PPKM jilid kedua sama seperti PPKM tahap pertama. Di mana membatasi tempat atau kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 75 persen. Dan work from office (WFO), sebesar 25 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring atau online. Untuk sektor esensial diantaranya seperti kesehatan, bahan pangan, komunikasi dan teknologi informasi, konstruksi dan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

Kemudian melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan kegiatan restoran (makan/minum di tempat) sebesar 25 persen dan untuk layanan makanan melalui pesan antar atau dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran. Sedangkan pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mall sampai pukul 20.00 WIB.

Maidi menjelaskan, dengan tambahan waktu satu jam untuk operasional mall, maka ia meminta prokes lebih ditingkatkan. Ia mengingatkan pengelola mall untuk menjaga kesehatan karyawannya masing-masing. Apalagi semua yang melayani masyarakat pada PPKM tahap pertama lalu seluruhnya telah dirapid tes.

Jika perlu kata Maidi, mereka kembali akan dicek kesehatannya oleh petugas. Tujuannya untuk memastikan  agar pelayan masyarakat tidak terpapar virus corona.

“Ya untuk memastikan bahwa pelayan mall betul-betul sehat. Jadi yang datang itu tidak lagi khawatir,” imbuhnya.

Disisi lain dalam InMendagri itu, pemerintah mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan prokes lebih ketat. Mengizinkan tempat ibadah untuk dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan prokes lebih ketat. Kemudian kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya yang dapat menimbulkan kerumunan dihentikan sementara dan dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional untuk transportasi umum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00