Dugaan Penyimpangan Penyaluran BST di Situbondo Kembali Terjadi

.jpg

KBRN, Situbondo : Dugaan penyimpangan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kembali terjadi. 

Kali ini, menimpa puluhan orang di Dusun Campalok Desa Jatisari Kecamatan Arjasa. Hal itu diketahui oleh warga setelah mereka melakukan kroscek data melalaui Kemensos. 

"Kami sudah melakukan cek data penerima BST melalui dtks.kemensos.go.id, nama-nama mereka masih tercatat sebagai penerima hingga Desember 2020," ujar Eko Febrianto, Tokoh Masyarakat Desa Jatisari, kepada RRI, Minggu (17/1/2021).

Eko mengemukakan, ada sekitar 19 warga yang mengaku hanya menerima sebagian dari BST, bahkan ada yang tidak menerima sama sekali, padahal namanya tercatat sebagai penerima.

"19 orang sudah melaporkan ke Kejaksaan. Semoga saja laporan ini segera ditindaklanjuti dan menjadi atensi aparat penegak hukum," bebernya.

Sementara itu, Sukarti, salah seorang warga yang mewakili ibunya yang sedang lumpuh mengaku, bahwa kedatangannya ke Kejaksaan untuk melaporkan BST milik ibunya yang diduga dikorupsi oleh pihak desa.

"Ibu saya tidak menerima sama sekali, tapi namanya ada di data Kemensos. Pernah ada perangkat desa yang datang ke rumah, memberikan uang Rp800 ribu sebagai pengganti BST, tapi ditolak oleh ibu saya," ungkapnya.

Penolakan tersebut dikarenakan, jumlah yang semestinya diterima ibunya yang sudah memasuki usia 86 tahun itu sebesar Rp3.600.000 karena penyaluran BST sudah memasuki tahap ke sembilan.

"Penyaluran mulai April 2021. Tahap pertama, kedua dan ketiga masing-masing Rp600 ribu. Tapi ke empat sampai ke sembilan, masing-masing Rp300 ribu," bebernya.

Sebelumnya ada tujuh orang warga Dusun Bendusa Desa Jatisari, yang tidak menerima BST. Namun akhirnya dikembalikan oleh pihak desa, yang mengaku bahwa dana BST milik tujuh orang itu diamankan oleh desa. 

Pantauan RRI, pencairan BST memang rentan dikorupsi, karena selain menggunakan KTP atau KK, penyaluran kepada penerima bisa juga menggunakan surat keterangan desa yang dibuat oleh desa dan diterima oleh desa.

Saat ini, penyaluran BST sudah memasuki tahap 10, yang sedang berlangsung sejak awal Januari hingga akhir Januari 2021. Bantuan untuk warga terdampak virus corona ini akan terus diberikan hingga empat bulan ke depan. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00