Kisah Rumah Karantina Covid-19 Bagi Pendatang di Kecamatan Gurah Kediri

(Dok.ist)

KBRN, Kediri: Masa Pandemi Covid-19 sampai saat ini belum juga berakhir. Namun segala upaya sudah dikerahkan para garda terdepan mulai dari petugas kesehatan, pihak kepolisian, gugus tugas, perangkat desa dan pihak-pihak terkait lainnya.

Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Kediri yang juga memiliki intensitas angka penyebaran covid-19 yang cukup signifikan di Provinsi Jawa Timur. Bahkan, sampai saat ini pun masih belum mengalami angka penurunan.

Untuk itulah, selama ini Pemerintah Kabupaten Kediri dan semua garda terdepan yang bertugas menangani pencegahan penyebaran wabah ini, berinisiatif membuat rumah isolasi atau rumah karantina yang diperuntukkan kepada para pendatang yang masuk ke wilayah Kediri. Seperti yang tampak di Balai Desa Gurah, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Ali Erfan, Sekretaris Desa Gurah menerangkan, rumah karantina ini sudah dipersiapkan sejak bulan Maret lalu. Tempat ini didirikan bagi warga pendatang yang masuk ke wilayahnya, tujuannya agar memeriksakan kesehatan terlebih dahulu sebelum bertemu keluarganya dan berbaur dengan masyarakat setempat.

"Kami bersinergi dengan Puskesmas Gurah yang lokasinya juga berdampingan dengan tempat karantina. Selain itu, dalam upaya pencegahan Covid-19 ini kami pun bekerja sama dengan polsek dan koramil setempat," katanya.

Mengenai penanganan Covid-19, dr. Rahma selaku Kepala Puskesmas Gurah, mengaku, pihaknya akan selalu siap untuk menangani bilamana ada pendatang yang masuk ke wilayahnya, guna memeriksakan kesehatan.

"Kami pastikan, semua tahap pemeriksaan ini telah sesuai dengan protap covid 19 yang sudah diinstruksikan oleh pemerintah," katanya.

Terkait luasan rumah isolasi di Kecamatan Gurah, dari data pemerintah daerah setempat diketahui untuk ruangan isolasi diperkirakan mencapai 27 m x 11 m. Di area ini, tersedia 4 kasur yang dilengkapi dengan penyekat  berjarak sekitar 2 meter. Seluruh sarana prasarana ini bersumber dari dana Pemerintah Kabupaten Kediri.

Di rumah karantina ini, juga sudah disediakan APD untuk para petugas yang berjaga. Pihaknya berharap, ke depan jikalau ada pendatang di wilayahnya, bisa lebih dulu melapor ke petugas atau perangkat desa. Mereka akan mendata kedatangan warga dan memeriksakan kesehatannya, lalu meminta warga yang datang itu untuk isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, sebelum beraktivitas di lingkungan masyarakat. (ak/ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00