Pejabat Kejari Bojonegoro dan Muncikari Kasus Sodomi Ditahan di Polres Jombang

Kantor Satreskrim polres Jombang.

KBRN, Jombang: Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro berinisial AH dan remaja laki-laki berusia 17 tahun yang merupakan mucikari telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Jumat (19/8/2022).

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha  mengungkapkan, kedua tersangka saat ini telah ditahan di Rutan Polres Jombang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Hari ini juga kami lakukan pemeriksaan yang bersangkutan sebagai tersangka. Sehingga nanti materi akan kami sampaikan lebih lengkap di rilis selanjutnya," ungkap Giadi Nugraha kepada wartawan di kantornya, Jumat (19/8/2022).

Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif tersebut diduga mencabuli remaja laki-laki yang baru berusia 16 tahun. Pria beristri asal Jombang ini dijerat dengan pasal 82 juncto pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Selain AH, Polisi juga menetapkan remaja berusia 17 tahun yang berperan sebagai muncikari. Remaja asal Jombang ini dijerat dengan pasal 88 juncto pasal 76i UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Pemeriksaan kedua tersangka hari ini berlangsung di Unit PPA Satreskrim Polres Jombang.

"Yang jelas kedua tersangka berdasarkan pasal 184 KUHAP sudah memenuhi alat bukti. Sehingga penyidik yakin yang bersangkutan patut diduga tersangka tindak pidana," jelas Giadi.

AH dan remaja 17 tahun yang berperan sebagai muncikari bakal ditahan di Rutan Polres Jombang setelah diperiksa sebagai tersangka.

"Kami laksanakan penahanan di Rutan Polres Jombang terhadap kedua tersangka," tandas Giadi.

Polisi meringkus AH karena diduga mencabuli anak di bawah umur di salah satu kamar Hotel Sentral, Jalan Gus Dur, Jombang pada Kamis (18/8) dini hari. Polisi juga mengamankan 2 remaja laki-laki dari hotel tersebut.

Yaitu remaja laki-laki berusia 16 tahun selaku korban dan remaja laki-laki berusia 17 tahun berperan sebagai mucikari.Kedua remaja laki-laki itu berdomisili di Jombang dan mengenyam pendidikan di sekolah yang sama. Remaja 17 tahun adalah kakak kelas korban.

Ketika diamankan polisi, AH dan dua remaja laki-laki itu dalam kondisi mabuk. Polisi menyita minuman keras dari lokasi penangkapan. Saat ini, polisi masih mendalami dugaan penyekapan yang dilakukan AH kepada korban.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar