Bedah Buku Rumah Berdinding Kisah ; Ketika Perempuan Menulis Dirinya Sendiri

Triana Damayanti salah satu penulis buku Rumah Berdinding Kisah (foto : ist)

KBRN, Sidoarjo : Anggota komunitas Perempuan Penulis Padma ( PERLIMA) Cabang Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar pesta puisi dan diskusi buku, Sabtu (13/8).

Ketua Panitia Dian KD, mengatakan Malam Sastra PERLIMA diadakan sebagai ajang silaturahmi antar komunitas dengan mengambil momentum kemerdekaan Republik Indonesia. 

"Selain pesta pembacaan puisi, acara inti malam ini adalah diskusi buku Rumah Berdinding Kisah., merupakan buku ke dua PERLIMA yang diluncurkan pada bulan Juli 2022 di Surabaya," kata Dian.

Ia juga menegaskan, jika komunitas yang didirikan oleh Wina Bojonegoro ini merupakan perkumpulan para penulis perempuan. 

Selain acara serta penampilan dari sastrawan di Sidoarjo, dalam gelaran acara ini juga dilakukan bedah buku Rumah Berdinding Kisah.

Penyair dan Komite Sastra Dekesda, Ribut Wijoto menila buku 'Rumah Berdinding Kisah' ini perlu dibaca melalui kompleksitas kehidupan di sekitar dan kisah-kisah dalam buku ini merupakan perspektif atas beragam persoalan. 

"Perspektif perempuan. Ketika kehidupan dibaca oleh perempuan. Ketika perempuan menulis dirinya sendiri," katanya tersenyum simpul.

Menurut pria yang bekerja sebagai redaktur Media Online Jawa Timur ini, buku Rumah Berdinding Kisah tampaknya menghadang arus zaman. 

"Buku ini mengajak perempuan untuk menulis dirinya sendiri. Dan tidak sekadar mengajak tetapi sekaligus memberi tutorial, memberi ilmunya menulis," imbuhnya.

Wina Bojonegoro, sebagai seorang sastrawan perempuan yang juga pendiri Padma mengungkapkan kebahagiaannya atas terselenggaranya acara tersebut. Baginya, dapat mengumpulkan para perempuan berbagai usia dan profesi merupakan kebahagiaan tersendiri.

"Sebuah kebahagiaan bagi saya karena bisa mengumpulkan para perempuan dari berbagai usia dan profesi untuk bersama-sama menggiatkan literasi, dan berupaya mengajak perempuan berdaya dengan berlatih menulis dengan lebih baik," ungkap Wina terharu.

Dirinya menyebut acara itu juga sebagai ajang untuk mengekspresikan diri bagi para perempuan. 

"Kata Oka Rusmini perempuan harus dirangkul dengan gaya party-party. Nah ini gaya party-party itu," terangnya.

Acara yang diramaikan dengan orasi budaya, parade kebaya dan musikalisasi puisi oleh beberapa komunitas di Sidoarjo, antara lain: Forum Linkar Pena, Pena Perajut Aksara, ini Menghadirkan para penyair, dan seniman serta penulis kondang.

Antara lain Sunlie Thomas Alexander (Pemenang Anugerah Cerpen Kompas ), Ribut Wijoto (Penyair dan Komite Sastra Dekesda), Henry Nurcahyo (Aktivis Budaya Panji).

Ada pula Barbara Eny (Penulis buku anak), Afrizal Malna (Penulis & Seniman), Adi Wicaksono (Penulis & kurator), Don Aryadien (aktor dan deklamator Surabaya), dan sejumlah penyair dan penulis lainnya.

Anggota PERLIMA sendiri terdiri dari ibu rumah tangga, para profesional dan LSM Ini, membuat cerita di buku itu beragam. Komunitas yang didirikan pada 30 Maret 2021 dan telah berbadan hukum yang telah melahirkan dua buku antologi esai. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar