Pokja BIAN Evaluasi Capaian Imunisasi Anak, Jatim Tertinggi

KBRN, Surabaya : Cakupan Imunisasi Anak dalam pelaksanaan Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022 selama 11 hari mengalami peningkatan.

Hingga hari kesebelas dalam pelaksanaan BIAN tahun 2022, cakupan imunisasi anak di Propinsi Jawa Timur sudah melebihi capaian nasional. Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, drg.MVS.Maharani, M.Kes., Jumat (12/8/2022), dalam paparannya di Workshop Monitoring Dan Evaluasi BIAN Mingguan Bagi Kelompok Kerja Bulan Imunisasi Anak Nasional (Pokja BIAN) Provinsi Di Jawa Timur Tahun 2022.

"Kemudian kita akan melihat capaian imunisasi sampai dengan 11 Agustus kemarin. Alhamdulillah Provinsi Jawa Timur masih memimpin di tingkat Nasional. Jawa Timur sudah 44,4%, sedangkan Nasional 32,7%. Tapi saya belum terlalu senang, karena ini masih banyak waktu, provinsi yang lain mengejar cakupan Jawa Timur. Tetapi kalau kita ini konsisten, dengan capaian rata-rata, kalau saya lihat satu hari itu, tambahnya sekitar 4%-an. Tambahannya mudah-mudahan ini juga konsisten, sehingga nanti target 95% minimal itu, bisa kita capai. Minimal sama dengan kampanye imunisasi MR pada tahun 2017, kita bisa 99%, itu minimal. Ini situasi cakupan imunisasi MR tingkat Nasional untuk tahap kedua, kita masih di atas angka Nasional ini. Provinsi-provinsi lain yang juga melaksanakan tahap kedua. Kemudian untuk capaian 3 jenis imunisasi Kejar, Alhamdulillah kita Jawa Timur, juga masih memimpin, di mana untuk imunisasi Kejar OPV Jawa Timur mencapai 41,4%, sedangkan Nasional mencapai 23,1%. Kemudian untuk IPV, Jawa Timur juga masih memimpin 41,9%, Nasional sekitar 23,3%. Ini kita dibayang-bayangi oleh Jawa Tengah," ulas Maharani.

"Kegiatan yang digagas Geliat Airlangga dan UNICEF di mana untuk monitoring mingguan ini, kita bisa laksanakan dan sudah disusun ada empat kali. Dan kalau kita lihat, kita juga bersyukur pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional di provinsi Jawa Timur kemarin, tidak main-main oleh Bapak Wagub beserta Ketua tim penggerak PKK Jawa Timur, kemudian penutupannya oleh ibu Gubernur. Jadi itu menurut kami sesuatu yang luar biasa, yang menandakan bahwa komitmen dari para pimpinan kita ini juga luar biasa untuk mensukseskan BIAN. Tetapi kalau kita lihat cakupan bahwa ada beberapa kabupaten kota yang tinggi cakupannya, tapi masih ada beberapa kabupaten kota yang masih sangat ketinggalan," sambungnya.

Sementara itu, Dr. Armunanto, M.PH. dari perwakilan UNICEF Indonesia mengingatkan capaian cakupan imunisasi di Jawa Timur yang sudah melebih angka nasional diharapkan terus ditingkatkan mengingat ada 4 daerah yang masih memiliki cakupan imunisasi anak yang rendah.

"Yang pertama saya mengucapkan selamat kepada Pokja BIAN Jawa Timur. Sampai dengan tanggal 11 Agustus, kita masih memimpin capaian kinerja dari BIAN ini, tetapi jangan berpuas diri dengan situasi seperti saat ini. Karena tadi sudah disampaikan ada saudara-saudara kita yang tinggal di Bangkalan, Pamekasan, Kota Blitar dan Situbondo masih belum mendapatkan haknya. Sehingga langkah berikutnya kita, bagaimana kita akan mengajak 4 kabupaten kota ini, untuk bisa menyusul saudara-saudaranya yang di daerah Mataraman. UNICEF bersama Universitas Airlangga dan Dinas Kesehatan pernah mengikuti atau mempelajari strategi Human Center Design, itu salah satu upaya kita meningkatkan cakupan imunisasi, berdasarkan temuan di lapangan, penyebab kenapa masyarakat di sekitar itu, belum mau untuk mendapatkan imunisasi," kata Armunanto. (OA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar