Hingga Kloter 33, Jemaah Haji Jatim yang Terinveksi Covid-19 Sebanyak 40 Orang

Jemaah haji asal Jatim (Foto: Anik RRI)

KBRN, Surabaya : Sejak kloter 1 hingga kloter 33, jumlah jemaah haji asal Jawa Timur yang terinveksi Covid-19, dari hasil pemeriksaan kesehatan swab antigen, sesaat mereka tiba di Debarkasi Surabaya, sebanyak 40 orang.

Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Abdul Haris menjelaskan, dari 40 orang tersebut, mereka rata rata berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga mereka sudah dipulangkan ke daerah asal.

"Seluruhnya OTG, jadi tanpa gejala. Karena tanpa gejala, maka pulang ke Kabupaten Kota masing masing dengan melalui kendaraan, dipisah dengan kendaraan jamaah pada umumnya," ujar Abdul Haris kepada RRI Surabaya, Selasa (9/8/2022).

Namun untuk jemaah haji yang terinveksi, penanganannya akan diserahkan kepada masing masing Kabupaten Kota. Apakah harus karantina mandiri, ataupun karantina terpusat.

"Kemudian diserahkan ke Kabupaten Kota atau Dinas Kesehatan, kemudian dilakukan penanganan lebih lanjut, apakah nanti itu dilakukan isolasi mandiri, atau karantina mandiri, atau isolasi terpadu di Kabupaten Kota," ucapnya.

Rata rata setiap kloter terdapat jemaah haji yang terinveksi Covid-19. Sehingga tidak ada yang tercatat, dalam satu kloter, terdapat lebih dari 5 kasus terdeteksi.

"Terinvesi sekitar 40 jemaah, kalau terbanyak tidak terdeteksi, rata rata per kloter ada (kasus)," imbuhnya.

Sementara itu, hingga Senin (8/8/2022) jemaah haji yang telah kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya sebanyak 33 kloter, dengan jumlah 14.781 orang atau sekitar 88 persen.

Sedangkan hari ini, Selasa (9/8/2022) dijadwalkan jemaah haji asal Kabupaten Mojokerto akan tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 15.15 WIB, yang merupakan jemaah yang tergabung dalam kloter 34.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar