Pro Kontra Legalisasi Ganja untuk Medis

Ganja (Dok. rri.co.id)

KBRN, Surabaya : Kementerian Kesehatan sedang melakukan kajian sebelum meneliti manfaat ganja untuk kepentingan medis di Indonesia. Kajian ini melibatkan para dokter dan farmakolog atau ahli bidang khasiat obat, terkait legalisasi ganja untuk kepentingan medis.

Terkait dengan kabar ini, masyarakat Jawa Timur mengomentari beragam. Seperti Purnawa, warga Blitar. Dia menyambut baik wacana tersebut, asalkan benar untuk kepentingan pengobatan atau medis.

"Saya sepakat dengan Pemerintah, karena melihat bahwa ini bagian dari pengembangan science. Mungkin kemanfaatannya juga bagus untuk kedepannya," ujarnya.

Namun menurutnya, tetap harus diiringi dengan regulasi yang ketat. "Tapi harapan saya, regulasinya ini harus diperketat biar tidak disalah gunakan, seperti itu," imbuhnya.

Respon berbeda ditunjukkan oleh Lutfi, warga Lamongan. Ia sangat menolak dengan wacana legalisasi ganja meski alasannya sebagai pengobatan. 

"Karena masyarakat kita belum ngeh tentang peraturan perundang undangan. Jika itu tetap dipaksakan, maka penyalahgunaan ganja diluar ketentuan medis bakal terjadi, setidaknya korban akan semakin banyak terkait dengan penggunaan narkoba," tegasnya.

Wacana legalisasi ganja untuk medis ini juga menarik perhatian Desy, seorang Ibu Rumah Tangga. Meski mengaku tidak paham dengan apa maksud dari wacana itu, tapi yang diketahuinya, bahwa ganja adalah narkoba.

"Taunya saya ganja adalah narkotika. Tapi kalaupun jadi obat, mungkin harus ada penelitian lebih lanjut, karena biar tidak disalah gunakan. Saya kira itu," ucapnya.

Sementara itu, dalam riset yang dilakukan oleh Lingkar Ganja Nusantara (LGN), tanaman ganja setidaknya bisa dijadikan obat untuk 30 macam penyakit. Beberapa diantaranya adalah alzheimer, glaukoma, masalah buang air, radang sendi, kanker, sampai cerebral palsy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar