BPJS Watch Jatim, Apresiasi Langkah Pelibatan BPJS Kesehatan Dalam Laka Sumo

Arief Supriyono, BPJS Watch Jatim.jpg

KBRN, Surabaya : Harapan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti, agar Pemkot Surabaya melakukan pendampingan terhadap biaya rumah sakit (RS) para korban yang mengalami luka akibat insiden kecelakaan bus pariwisata di Tol Surabaya-Mojokerto (SUMO) melalui skema pembiayaan dari BPJS Kesehatan, mendapatkan apresiasi positif dari BPJS Watch Jawa Timur.

"Langkah ini sangat baik untuk di lakukan. Mengingat, korban kecelakaan di tol SUMO, pasti butuh biaya pengobatan lanjutan," ujar Arief Supriyono, Ketua BPJS WATCH Jatim, Kamis (19/05/2022).

Menurutnya, sesuai dengan regulasi yang ada, kecelakaan lalu lintas tunggal, beban biaya pengobatannya di tanggung oleh BPJS Kesehatan, sementara kalau kecelakaan non tunggal, maka beban biaya ditanggung oleh Jasa Raharja.

"Namun, pada kasus kecelakaan lalu lintas di tol Surabaya - Mojokerto, jika memang ada niatan dari DPRD dan Pemkot Surabaya untuk melibatkan BPJS Kesehatan, maka hal ini sangat positif," terangnya.

Apalagi saat ini, kata Arief, seluruh warga Surabaya telah di ikutkan program UHC atau jaminan kesehatan semesta. Yang menjadikan warga Surabaya, sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Arif menambahkan, agar keinginan ini bisa terlaksana dengan baik, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah, memastikan korban kecelakaan lalu lintas tol Surabaya - Mojokerto yang membutuhkan layanan lanjutan biaya pengobatan, sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

"Ini menjadi penting, karena kalau sampai ada korban kecelakaan di tol SUMO itu belum terdaftar BPJS Kesehatan, maka akan sulit diberikan bantuan biaya pengobatan lanjutan," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar